Inisiasi Lahirnya PGRI Smart Learning

0
451
Walikota Batam, HM Rudi saat peringatan Hari Guru di Engku Putri, Senin (26/11). F: istimewaHUMAS PEMKO Batam

Peringatan HUT PGRI

Peringatan hari guru nasional (HGN) ke-24 dan HUT PGRI ke-73 tingkat Kota Batam, digelar dengan berbagai kegiatan. Kecamatan Batam Kota jadi juara umum kegiatan tersebut.

BATAM – Sementara untuk pertandingan, ada 10 cabang olah raga dan seni yang diperlombakan. Seperti bola voli putra, voli putri, takraw, futsal, senam PGRI, langgam putri, langgam putra, puisi, tari kreasi, dan pop ye ye. Dalam pertandingan yang digelar sebelumnya, Kecamatan Batam Kota, berhasil keluar sebagai juara umum.

Ketua PGRI Batam, Rustam Effendi, Senin (26/11) di Engku Putri mengatakan, cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan, digelar sebelumnya. Dibeberkan, kontingen Batam Kota membawa pulang tiga emas dari cabang voli putra, voli putri, dan tari kreasi. Serta dua perak dari cabang takraw dan puisi.

Baca Juga :  BI Nilai BP Bisa Bantu Dongkrak Pariwisata

”Pertandingan diadakan di Dinas Perhubungan, Lapangan Madani Sei Panas, dan Kepri Mall,” kata Rustam.

Pada kesempatan itu, Walikota Batam, HM Rudi membacakan sambutan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi mengingatkan, diera revolusi industri 4.0, sistem pendidikan nasional dihadapkan pada tantangan yang amat kompleks tetapi menarik. Merespon tantangan di era industri 4.0 ini, PGRI menginisiasi lahirnya PGRI Smart Learning and Character Center.

”Ini menjadi pusat pengembangan dan peningkatan kompetensi profesional dan pengembangan karakter guru sesuai kebutuhan zamannya,” kata Rudi.

Langkah itu juga diakui, sekaligus sebagai penanda datangnya era baru, guru-guru muda milenial yang menjadi anggota baru PGRI. ”PGRI sebagai organisasi profesi juga ditantang agar mampu menggerakan guru, pendidik, dan tenaga kependidikan memberikan andil tidak hanya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, tetapi lebih dari itu harus merasa terpanggil untuk ikut melahirkan pemikiran transformatif,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemko Tak Setuju Provsus Barelang

Diingatkan tantangan saat ini, menghadapi fenomena disrupsi, seperti lahirnya digitalisasi sistem pendidikan melalui inovasi aplikasi teknologi. Di antaranya, massive open online course (MOOC) dan artificial intelligence. Inovasi pembelajaran daring yang dirancang terbuka, saling berbagi, terhubung atau berjejaring satu sama lain.

”Prinsip ini menandai dimulainya demokratisasi pengetahuan yang menciptakan peluang bagi setiap orang untuk memanfaatkan teknologi secara produktif,” katanya mengingatkan.

Disebutkan, di bidang pendidikan, artificial intelligence membantu pembelajaran secara individual, yang mampu melakukan pencarian informasi. Menyajikannya dengan cepat, akurat, dan interaktif. ”Inilah yang menandai revolusi industri 4.0 khususnya di bidang pendidikan,” sambungnya.

Baca Juga :  Telkomsel Beri Kuota 5 GB ke Pelanggan

Disebutkan, ruang kelas mengalami evolusi ke arah pola pembelajaran digital yang menciptakan pembelajaran lebih kreatif, partisipatif, beragam, dan menyeluruh. Guru memiliki peran penting dalam kontekstualisasi informasi serta bimbingan terhadap peserta didik dalam praktis diskusi daring.

”Peran guru berubah dari semula menjadi pemberi pengetahuan menjadi mentor, fasilitator, motivator, inspirator, pengembang imajinasi, kreativitas, nilai-nilai karakter, serta team work, dan empati sosial. Nilai-nilai itulah yang tidak dapat diajarkan oleh mesin dan hanya dimiliki pendidik,” ujarnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here