Investor Bagai Sesak Napas

0
676
Shipyard: Industri galangan kapal (shipyard) di Batam saat ini kurang bergairah karena minimnya order.

KEK Mesti Cepat Diterapkan di Batam 

BATAM – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengharapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bisa cepat diterapkan di Batam.

Free Trade Zone (FTZ) yang disandang Batam saat ini dinilai kurang memberikan manfaat bagi masyarakat. hal itu terlihat dari tidak ada pertumbuhan ekonomi bahkan cendrung turun dalam tiga tahun terakhir.

Padahal dengan FTZ ada insentif yang diberikan pemerintah pusat hingga negara kehilangan pemasukan sekitar Rp 20 triliun.

Kata Amsakar Achmad, selama ini antara kehilangan pemasukan negara dengan manfaat yang dirasakan tidak sebanding. Sehingga pihaknya ingin agar pemerintah pusat merealisasikan rencananya saat dulu, agar di Batam diterapkan KEK.

”Untuk apa lagi kita bicara FTZ, ketika pertumbuhan ekonomi seperti ini,” cetus Amsakar, katanya Jumat (7/4).

Ia berharap pemerintah pusat bica cepat memberikan status KEK di Batam. Apalagi dengan selama ini negara sudah kehilangan pemasukan dari PPN, PPnBM, dll.

”Negara kehilangan sekitar Rp20 triliun, sementara yang masuk ke negara hanya ratusan miliar. Jadi alangkah baiknya jika kita jalankan seperti konsep yang disampaikan dulu, yakni dengan menerapkan KEK,” harapnya.

Harapan itu diakui akan menjadi perjuangan Pemko dalam rapat-rapat terbatas yang digelar di Jakarta. Beberapa hari lalu, ada rapat terbatas di Jakarta terkait dengan Batam.

”Besok juga akan digelar ratas, tapi pak Wali yang ikut,” katanya.

Ditanya hasil rapat terbatas, Amsakar enggan mengungkapkan. Hanya saja diakui, Batam sekarang menghadapi persoalan yang tidak sederhana.

”Investasi sedang sesak nafas. Kemudian pertumbuhan ekonomi tiga tahun menukik ke bawah. Dan dari waktu ke waktu selalu aja penurunan. Industri mulai lesu. Masyarakat dengan kemiskinan makin meningkat,” beber Amsakar.

Di sisi lain, Amsakar mengakui kalau pertumbuhan penduduk di Batam tidak pernah turun, walau industri lesu. Batam rentan dengan tingkat kemiskinan yang terus meningkat.

Sekarang angka kemiskinan menjadi 36ribu. Pihaknya berharap bantuan CSR dari perusahaan yang masih eksis, membantu penanggulangan kemiskian.

”Perwako sedang disiapkan, untuk memfollow up CSR. Sudah didraf bagian hukum. Tinggal nanti kita koordinasi dengan perusahana. Sehingga dimungkinkan dana CSR terkoordinir,” imbuhnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here