Isdianto Tanpa Lawan!

0
733
Isdianto

Hari Ini Pemilihan Wakil Gubernur Kepri

Jika jumlah anggota DPRD Kepri yang hadir kuorum saat pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) Kepri, Kamis (7/12) hari ini, maka perjalanan Isdianto akan mulus menjadi Wakil Gubernur.

DOMPAK – AGAR kuorum, maka jumlah anggota DPRD Kepri yang hadir harus setengah plus satu dari 45 orang atau 23 orang minimal harus hadir dan memilih. Langkah Isdianto untuk duduk di Istana Kota Piring Dompak masih dibayangi kemungkinan tidak hadirnya sejumlah anggota dewan mengingat belum semua parpol pengusung Sanur menyepakati satu nama pengganti Agus Wibowo (AW).

Seperti NasDem misalnya yang meminta anggota DPRD Kepri partai itu agar tidak hadir saat pemilihan hari ini. Tapi jumlahnya hanya 2 orang saja. Selain kehadiran seluruh anggota DPRD Kepri, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun juga diminta harus datang dan aturan itu juga tertuang di tata tertib (Tatib) Pemilihan Wagub Kepri yang dibuat Pansus DPRD Kepri.

Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Kepri, Nilwan mengatakan, Rabu (6/12) kemarin, gubernur masih di Bogor menerima DIPA dari Presiden RI, Joko Widodo. ”Acaranya jam dua siang ini,” katanya singkat.

Zulkifli, Kabag Humas Pemprov Kepri menambahkan, kemungkinan gubernur tidak bisa pulang, kemarin. ”Kalau pulang mungkin besok pagi. Karena acaranya sampai sore, belum macet ke Jakarta,” tambahnya.

Ahars Sulaiman, Staf Khusus Gubernur Kepri mengatakan, gubernur tidak keharusan menghadiri pemilihan itu apabila ada pekerjaan yang mendesak. Jika DPRD berasalan keharusan dan sudah dibuat di Tatib, gubernur tidak berpedoman ke Tatib tersebut. Tatib itu dibuat sebagai pedoman bagi DPRD. Kecuali Perda, maka gubernur wajib menjalankan.

Apalagi, kata dia, pemilihan Wagub Kepri ini tidak berdasar. Bahkan, di Tatib yang dibuat DPRD Kepri sendiri tidak disebutkan penetapan tetap cawagub tunggal dan pemilihan cawagub tunggal. ”Tak usah bicara undang-undang. Di Tatib saja tak ada itu. Apalagi bicara undang-undang, sudah keharusan dua kandidat agar bisa dipilih,” bebernya.

Sebagai staf khusus yang membantu gubernur, ia sudah menyampaikan hal ini. Ia sudah sampaikan ke gubernur perihal tidak adanya aturan yang mengatur pemilihan satu kandidat. ”Kalau dilanjutkan (pemilihannya) silahkan. Kalau gubernur, bukan wajib, bukan keharusan. Dan ini sudah sampaikan ke pak gubernur selaku stafnya,” tambahnya.

Semua Dewan Diminta Hadir
Panitia Khusus (Pansus) pemilihan Wakil Gubernur Kepri dan Panitia Pemilihan (Panlih) menggelar rapat persiapan terakhir pemilihan di Graha Kepri, (6/12). Rapat yang dipimpin ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak dan dihadiri wakilnya, Riski Faisal dan Amir Hakim ini untuk melihat kesiapan terakhir sekretariat dewan.

Dalam arahannya, Ketua DPRD Kepri kembali mengingatkan sekretariat untuk betul-betul memperhatikan infrastruktur pemilihan. ”Sekali lagi, untuk hal yang sepele seperti kertas suara, bilik dan lain sebagainya, mohon diperhatikan,” kata Jumaga.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dewan DPRD Kepri Hamidi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pemilihan. Untuk surat menyurat, DPRD Kepri telah menyurati seluruh pemangku kepentingan yang mengatur agar paripurna lancar. ”Kita sudah surati kepolisian, Satpol PP untuk membantu pengamanan. PLN juga kami surati, tenaga medis hingga seluruh bupati dan Walikota se-Kepri,” kata Hamidi.

Khusus untuk undangan Gubernur, Hamidi mengklaim undangan sudah diterima sekretaris Gubernur. ”Untuk fisik undangan sudah diterima Sekretaris Gubernur atas nama Nona. Undangan juga sudah saya WA kan ke asisten tiga,” kata Hamidi mempresentasikan.

Khusus untuk kotak suara, bilik suara dan spanduk paripurna, akan disiapkan pada Rabu (6/12) malam. Sehingga pada hari pemilihan, segala sesuatu yang diperlukan mendukung kelancaran acara sudah siap.

Untuk tempat duduk calon wagub, Sekretariat menyediakan di sayap kanan gedung. Sedangkan untuk ketua partai, akan duduk di belakang calon wagub. Sidang paripurna pemilihan wagub ini akan kuorum jika dihadiri setengah plus satu dari total seluruh anggota DPRD Kepri yang berjumlah 45 orang. Sedangkan kehadiran Gubernur diwajibkan. Namun, apabila tidak hadir, Paripurna tetap dinyatakan sah.
Ketua Panlih, Hotman Hutapea mengatakan proses pemilihan akan diisi dengan penandatangan pakta integritas

Isdianto Sebut Tak Melawan Kotak Kosong
DPRD Kepri akan menetapkan Wakil Gubernur Kepri sisa masa jabatan 2016-2021, hari ini Kamis (7/12) di Ruang Sidang Utama Balirung Raja Khalid DPRD Kepri.

Cawagub Kepri Isdianto berharap saat penetapan calon Wakil Gubernur Kepri, para anggota DPRD Kepri hadir. Ia juga berharap agar Gubernur Kepri H Nurdin Basirun juga hadir.

”Perlu kami luruskan di sini, tidak ada namanya lawan kotak kosong. Hanya ada calon tunggal, karena calon yang satunya Agus Wibobo telah mengundurkan diri,” bebernya.

Ia juga mengklaim tidak ada persiapan khusus dalam pemilihan dirinya jadi Wagub Kepri. ”Ini pemilihan Wakil Gubernur yang dilakukan rakyat. DPRD adalah perwakilan dari rakyat, kita harapkan teman-teman di DPRD hadir,” bebernya.

Sementar itu, Sekretaris Pemuda Timur Indonesia (Petir) Kepri Aloisius, mengatakan akan mengawal pemilihan Wagub Kepri. Karena Petir saat Pilgub kemarin, mendukung Almarhum HM Sani.

”Petir tetap mendukung Isdianto jadi Wagub, karena Petir dan HM Sani (almarhum) di Pilgub Kepri lalu, kami memperjuangkan HM Sani menang. Artinya, Isdianto dan HM Sani saudara, kita mendukungnya,” tegas Aloisius yang didampingi panglima Petir Kepri.

Ia juga minta DPRD jangan bermain-main dalam pemilihan Wagub besok (hari ini, red). Jangan sampai DPRD sengaja memenangkan kotak kosong. ”Kalau kotak kosong menang, berarti DPRD makan gaji buta. DPRD itu wakil rakyat, ini saatnya rakyat berharap kepada wakilnya, untuk memilih Wagub,” bebernya.

Kata dia, saat ini Kepri sudah waktunya memiliki wagub, untuk membantu Gubernur membangun Kepri. Tahun 2018, Gubernur dan Wakil Gubernur nanti bersinergi membangun Kepri ke arah lebih baik lagi.

Kepri membutuhkan Wakil Gubernur untuk membagi tugas dengan Gubernur, turun ke masyarakat untuk mendengarkan curhat masyarakat. ”Kita harapkan pemilihan Wagub berjalan dengan lancar,” harapnya.

Dikawal Polda
Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub Kepri, Hotman Hutapea menyampaikan, secara teknis kesiapan untuk melakukan proses pemilihan Cawagub sudah siap 100 persen. Bahkan untuk melancarkan proses pemilihan nanti, sudah dikondisikan satuan anggota Kepolisian Resort Tanjungpinang dan Polda Kepri.

Hal itu disampaikan Hotman usai menggelar rapat terbatas dengan Ketua DPRD Kepri di Kota Batam, Rabu (6/12) kemarin. ”Besok (Hari ini, red) akan ada dua kali paripurna. Pertama paripurna penetapan calon, kedua, paripurna proses pemilihan oleh anggota,” ujar Hotman kepada Tanjungpinang Pos.

Lebih lanjut Hotman menceritakan, tidak ada yang diragukan atas kesiapan Panlih untuk melakukan paripurna pemilihan Cawagub ini. Hotman mengklaim apa yang dilakukan Panlih bersama anggota DPRD Kepri nanti sudah sesuai prosedur aturan hukum, serta tidak menyalahi aturan Tata Tertib (Tatib) yang sudah disahkan. ”Tidak ada yang menyalahi aturan, semua sudah dijalankan sesuai aturan dan Tatib,” tegas politikus Demokrat Kepri itu.

Bahkan pihaknya sebagai Panlih sudah menyurati seluruh ketua fraksi untuk mengimbau agar seluruh anggota mereka hadir dalam paripurna tersebut. ”Kami sudah mengirim undangannya ke seluruh anggota,” tambah Hotman.

Menurutnya, paripurna itu secara teknis bisa dilakukan secara aklamasi maupun voting, tinggal bagaimana ketua DPRD selaku pimpinan mengambil keputusan. Seluruh anggota Dewan memiliki hak suaranya.

Selain itu juga, secara sederhana, Hotman menceritakan, saat ini ruangan paripurna DPRD sudah disterilisasi.

Untuk kesiapan sarana pendukung untuk proses pemilihan, seperti papan whiteboard, kotak suara, lembar suara, spidol bahkan meja Panlih sudah di susun di depan meja sidang ketua DPRD.

”Terserah anggota dewan nanti maunya bagaimana, apakah mau lakukan voting atau aklamasi. Kami sebagai Panlih ngikutin saja,” terang Hotman.(MARTUNAS-ABAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here