Jaga Investasi Meski Ada Perubahan

0
286
Sekretaris Menko Ekuin Susiwijono dan Wawako Batam Amsakar Achmad usai rapat.

BATAM – ‎Dewan Pengawas (Dewas), yang mengawal masa transisi pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam, menyiapkan rencana perubahan Peraturan Pemerintah nomor 46 tahun 2007, tentang kawasan dan pelabuhan bebas Batam. Selain itu, dilakukan review target pertumbuhan ekonomi dan melakukan harmonisasi regulasi. Diharapkan tetap menjaga agar investasi yang ada tidak terganggu.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pengawas (Dewas) BP Batam, yang juga Sekretaris Menko Ekuin, Susiwijono, Selasa (15/1) usai rapat di Bida Marketing BP Batam. Susiwijono didampingi Wakil Wali Kota, Amsakar Achmad serta ikut serta, Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi‎.

“Kami di Dewas dan Tim Teknis DK, mulai penyiapan masalah regulasinya,” kata Susiwijono.

Disebutkan jika semua aturan terkait FTZ dan BP Batam, diharmonisasikan. Termaksuk menampung usulan dari berbagai pihak. “Semuanya kita harmonisasi hingga menampung usulan banyak pihak. Kita bahas juga penyiapan regulasi terutama rencana perubahan PP 46 2007,” bebernya.

Susiwijono mengatakan, penting keterlibatan semua pihak untuk menjaga kegiatan investasi di Batam. “Kita bahas kembali target yang ditetapkan di 2019. Kami review kembali karena ada perubahan ini,” bebernya.

Diakuinya, secara formal, target pertumbuhan tetap 7 persen. Namun pihaknya akan mengajukan ke DK untuk hitung kembali. “Semua proyek di pipeline akan kita dorong. Cuma akan kita hitung lagi. Kita belum membahas proyek baru. Kita bahas target dan time basenya. Kami usahakan untuk secepatnya,‎” imbuhnya.

Terkait keberadaan Dewas, diakui sudah dibentuk sejak dulu, melalui keputusan Menko Perekonomian. ‎Dibentuk untuk menjalankan tugas yang diamanatkan Dewan Kawasan. ‎

“Dewan pengawas ketuanya saya. Ada dari Setgab satu, Kemenkeu dua orang. Ini karena ini BLU. Sudah ada dari dulu, mengawasai BP Batam sebagai BLU,” beber dia.

Tim ini juga diakui di luar tim teknis, yang membahas teknis. Saat ditanya kemungkinan tim teknis ‎dibubarkan, karena anggota tim teknis juga dari lembaga yang ada di DK dan banyak lembaga terkait FTZ Batam, Susiwijono menolak. “Tim teknis kan sudah dari dulu ada. Mengurus teknis,” tuturnya.(mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here