Jalan Nagoya Diperluas

0
794
tinjau jalan: Wako HM Rudi dan Wawako Batam, Amsakar Achmad saat meninjau lokasi yang direncanakan akan ada pelebaran jalan di Pelita, Batam, Senin. F-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Pelebaran jalan di Batam yang sudah berjalan sejak tahun 2016 lalu dan dilanjutkan tahun ini. Wilayah pelebaran jalan akan masuk ke wilayah Pelita, mulai bulan depan. Sebelum pelebaran dilakukan, Wali Kota Batam, HM Rudi dan Wakil Wali Kota, Amsakar Achmad, meninjau lokasi pelebaran jalan.

Saat peninjauan itu, Rudi yang juga didampingi Sekda Batam, Jefriden dan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Yumasnur, Senin (15/5), menemukan bangunan yang yang harus dibongkar. Namun tidak semua bangunan yang dibangun diatas row jalan.

“Pak, ini tempat bapak ini kena di row jalan. Kita mau pelebaran jalan bulan depan. Atap teras bapak harus dibongkar. Sedikit tiang banguna. Minta dibongkar ya pak. Bapak sendiri saja yang bongkar. Bisa pak,” kata Rudi kepada seorang pria yang keluar dari rumah bertingkat, mirip kantor itu, yang kemudian disanggupi pria itu.

Baca Juga :  83 PDAM Indonesia Ikuti ZoomBA

Selain bangunan itu, sejumlah papan reklame dipinggir jalan juga harus dibongkar. Termaksud papan nama SPBU berikut tamannya. Sementara kios-kios di Pelita posisinya saat ditinjau Rudi, sudah dibongkar.

”Kita minta yang membongkar, untuk membongkar sendiri kios dipinggir jalan. Bulan depan kita kerjakan pelebaran jalan,” kata Rudi.

Sementara hotel Aston yang masih dalam pembangunan, diakui Rudi tidak kena. Hanya saja, bagian halaman yang tertutup seng, akan kena. Namun karena proses pembangunan hotel, sehingga pagar seng dibiarkan, untuk menjaga kecelakaan pembangunan.

Baca Juga :  Hemat, Telkomsel Hadirkan Internet Kuota Besar

”Pagar sengnya iya. Tapi itu kan dibongkar sendiri, setelah selesai dibangun. Pagar seng untuk sementara dipasang, untuk keamanan selama pembangunan,” beber Rudi.

Dijelaskan Rudi, pelebaran jalan merupakan lanjutan pembangunan tahun 2016 lalu. Dimana pembangunan pelebaran jalan dilanjutkan dari simpang BNI Batam Centre ke fly over yang dibangun kementerian PU.

”Itu kita lanjutkan ke simpang Tanjung Uma, ke simpang bawah Bukit Senyum, Simpang Pelita, Hotel Kolekta sampai lampu merah pelita,” ungkap Rudi.

Peninjauan itu diakui Rudi, untuk memastikan batas akhir pelebaran jalan.

”Jalan negara kita buka habis supaya tuntas. Nati kalau tidak cukup anggarannya, kita tinggal tambah saja,” bebernya.

Baca Juga :  Jelang Lelang, Menteri Rini Datangi BP Batam

Selain jalan, dilakukan juga pelebaran drainase. Mereka akan memastikan drainase berfungsi dengan baik, sehingga tidak menimbulkan banjir.

”Kita pastikan berfungsi dengan baik. Drainase atau kanal harus bisa tahaun, 30 sampai 40 tahun kedepan,” harapnya.

Sementara Wawako Batam, Amsakar Achmad mengatakan, untuk Hotel Aston, bangunan tidak kena. Namun tiang bendera kena saat akan dilakukan pelebaran jalan.

Untuk bangunan yang akan kena dampak pelebaran dari jalan, diakui Wako hal itu akan dikoordinasikan dengan pemilik banguan. Masyarakat diminta membantu, memberikan akses pembangunan untuk kemajuan kota.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here