Jangan ABS, Buktikan Kinerja

0
808
TEKEN: Sekdaprov Kepri Arif Fadillah meneken fakta integritas saat penerimaan DPA, kemarin. f-istimewa/humas pemprov kepri

Gubernur Bagikan DPA 

Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri kerja bagus dan laporannya juga harus bagus.

Tanjungpinang – Nurdin tak menginginkan pejabat pemprov memberi laporan bagus, tapi kerja tak becus. Yang terpenting adalah hasil kerja.

”Jangan ABS (Asal Bapak Senang). Laporan bagus. Setelah dicek rusak di sana sini. Untuk apa? Kinerja yang terpenting, bukan ABS,” ujar Nurdin usai menyerahkan Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada OPD Pemprov Kepri di Gedung Daerah, Jumat (17/2).

Jabatan, kata Nurdin, bukan karena pilihan sekda atau gubernur. Namun, jabatan itu amanah dari Yang Maha Kuasa. Karena itu, amanah harus dijalankan sebaik-baiknya.

”Suara rakyat adalah suara Tuhan. Jabatan itu amanah dari Yang Maha Kuasa. Jadi, tak perlu membuat pimpinan senang. Biarlah. Yang perlu dibuat senang, masyarakat. Ingat, amanah itu darimana,” tegasnya.

Pernyataan itu disampaikan Nurdin kepada para pejabat bukan menghukum mereka. Namun ini sebagai langkah kebaikan ke depan.

Malah, ia merasa, laporan bagus kerja tak bagus juga atas kesalahan dirinya yang menerima laporan begitu saja. ”Saya akui, saya salah juga,” katanya tak menyebut salah satu contoh kinerja anak buahnya yang tidak bagus.

Baca Juga :  Desember, Turis Dominasi Pakai Angkutan Laut ke Kepri

Dulu, kata dia, banyak laporan bagus-bagus tapi kinerja tak bagus. Ini harus diakhiri. Ia ingin ABS jangan terulang lagi.Lebih baik jujur dan beritahu kendalanya apa agar dicari solusinya. Para kepala SKPD juga diminta berhemat dengan cara mengurangi perjalanan dinas dan seremoni. Ia menegaskan, Ibu Kota Provinsi Kepri berada di Tanjungpinang, bukan di Batam.

Untuk itu, pejabat jangan kebanyakan membuat atau mengikuti acara seremoni di Batam. Fokuslah di Tanjungpinang. Sebab, Tanjungpinang khususnya Pulau Bintan perlu dibangun seperti Batam.

Apa yang ada di Batam, juga ada di Tanjungpinang. Misalnya, perdagangan, sektor wisata, pendidikan dan lainnya.

Kemudian, para pejabat juga harus jeli melihat perkembangan secara nasional dan internasional apa saja yang dilakukan negara lain dalam menggaet investor.

Misalnya, Singapura, Vietnam, Malaysia dan negara lainnya berlomba-lomba membuat inovasi, mempermudah perizinan agar investor masuk. Hal-hal seperti ini jangan sampai dilewatkan dan harus diimbangi di Kepri.

Agar satu daerah menjadi tujuan investasi bukan hanya dilihat dari posisinya semata. Namun apabila banyak kemudahan-kemudahan investasi termasuk kemudahan perizinan, investor juga akan datang.

Baca Juga :  Makam 9 Panglima Bintan Harus Dilindungi

”Afrika itu jauh. Arab juga jauh tapi tetap tinggi investasi di sana. Banyak investor masuk. Kepri ini di perlintasan kapal-kapal dunia. Posisi strategis, tapi kenapa masih begini. Artinya, lokasi bukan penentu utama untuk investasi. Perizinan sangat menentukan juga,” pesannya.

Nurdin juga meminta kepala OPD pemprov untuk memanfaatkan anggaran yang diberikan untuk dikelola sebaik-baiknya. Kata dia, anggaran itu terlalu kecil untuk membangun Kepri dengan posisi kepulauan.

Namun, anggaran kecil kalau dikelola dengan baik, hasilnya bermanfaat dibandingkan anggaran banyak, tapi pembangunan tidak tepat sasaran.

Di evaluasi APBD Kepri 2017, Mendagri berpesan agar hemat dan gunakan anggaran tepat sasaran. Kementerian lainnya juga berpesan yang sama.

Agar anggaran Kepri besar, maka kepala OPD harus mempersiapkan proposal dan sama-sama dengan gubernur mencari anggaran ke pusat.

Nurdin juga mengajak para pejabat Eseon II Pemprov Kepri untuk menggali dan memahami isi UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Banyak wewenang yang dialihkan ke pemprov. Untuk itu, banyak yang bisa digali menambah pundi-pundi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Program CSR Baktiku Negeriku Raih Juara di Swiss

Potensi laut misalnya, jangan dilihat semata dari hasil tangkapan ikan. Namun, laut itu menghasilkan banyak hal baik ikan, pertambangan, pariwisata bahari, lego jangkar dan lainnya. Ini potensi besar Kepri yang belum tergali.

Karenanya, untuk menggali potensi sebesar itu harus kreatif dan membangun infrastrukturnya. Misalnya, membangun wisata bahari harus ada infrastruktur pendukung.
Kepala dinas, kata mantan Bupati Karimun ini, bukan untuk dilayani. Zaman sekarang sudah berubah. Zaman dulu, harus dilayani. Sekarang harus melayani.

Pemerintah harus jemput bola. Harus sering koordinasi dengan swasta apa yang bisa dibantu pemerintah. Gubernur mengatakan, dirinya mendengar pihak hotel akan membangun kamar hotel besar-besaran di Kepri.

”Jangan tunggu mereka datang. Tapi datangi mereka. Tanya apa yang bisa kita bantu agar rencana mereka lancar. Kita yang jemput bola. Tak hina kita kalau begitu,” ungkapnya.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here