Jangan Palsukan Suket Jelang Pilwako

0
900
FOTO BERSAMA: Awak media di Tanjungpinang foto bersama dengan Bawaslu Provinsi Kepri setelah Media Gathering di kantornya berada di Jalan Dipenegoro Nomor 1 Tanjungpinang, Rabu (21/6).F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri memberi penjelaskan mengenai surat keterangan (suket) yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Didukcapil ) sambil menunggu KTP-el jadi. Surat itu bisa digunakan sebagai syarat untuk mencoblos pada pemilihan Wali Kota Tanjungpinang 2018 mendatang.

”Meskipun belum mengantongi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), masyarakat bisa menyalurkan hak pilihnya di Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Tanjungpinang tahun 2018 mendatang. Asalkan, masyarakat tersebut sudah memiliki atau mengantongi surat keterangan alias suket yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang,” kata Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Provinsi Kepri, Indrawan Susilo Prabowoadi disela acara Media Gathering di Kantor Bawaslu Provinsi Kepri berada di jalan Diponegoro Nomor 1 Tanjungpinang, Rabu (21/6).

Baca Juga :  Hendri dan Arianto Dilantik jadi Anggota DPRD

Acara Media Gathering ini dihadiri Ketua Bawaslu Provinsi Kepri, Razaki Persada, Anggota Bawaslu Provinsi Kepri, Hendrawati serta staf Bawaslu Provinsi Kepri dan awak media berada di Tanjungpinang. Mulai dari media cetak, elektronik hingga radio. Untuk mendapatkan suket tersebut, saran Indra masyarakat terlebih dahulu untuk melakukan perekaman KTP-el di Disdukcapil Kota Tanjungpinang.

Suket ini, kata dia, hanya boleh dikeluarkan dari Disdukcapil Kota Tanjungpinang. Kemudian, yang diperbolehkan untuk menandatangani suket tersebut, hanya Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang, saat ini Irianto. Artinya, tandatangan di dalam suket tersebut tidak boleh diwakilkan oleh siapa saja termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Disdukcapil Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  KPU Dorong Warga Rekam KTP-el

”Yang boleh tandatangan itu, hanya Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang. Ya, pak Irianto. Tidak boleh orang lain,” tegas dia. Jadi, sambung dia disaat pencoblosan nanti, panwas Tanjungpinang perlu memantau atau melihat dan ikut periksa suket yang di bawa masyarakat hingga ditunjukkan ke panitia pemilihan bertugas di TPS. Apakah suket yang di bawa oleh masyarakat tersebut, asli atau paslu.

Ciri-ciri suket yang dikeluarkan oleh Didukcapil Kota Tanjungpinang memiliki logo Pemko Tanjungpinang, tandatangan Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Irianto beserta stempel Disdukcapil, basah berwarna biru. Kemudian, di dalam suket tersebut dilampirkan foto masyarakat sesuai identitas bersangkutan. Kota Tanjungpinang memiliki QR Code. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here