Jembatan Anak Tiri Ambruk Lagi

0
444
WARGA Matok Tua melihat jembatan yang roboh yang belum lama ini dilintasi staf ahli dan kabag perekonomian Pemkab Lingga. f-tengku/TANJUNGPINANG POS

Warga menuntut janji Gubernur Kepri untuk membangun Jembatan Anak Tiri jadi permanen yang terletak di Desa Marok Tua, Singkep Barat. Jembatan biasa disebut jembatan anak tiri karena tidak pernah dibantu pemerintah. Sabtu (24/11) lalu, jembatan itu ambruk.

LINGGA – Jembatan tersebut merupakan jembatan yang memiliki arti penting bagi aktivitas ekonomi dan sosial warga setempat.

”Baru enam bulan jembatan ini ambruk setelah terkena angin kuat enam bukan lalu. Kali ini tidak angin angin kuat, jembatan roboh hanya ksrena aliran laut. Mungkin karena kayu yang dibaut sebagai penyangga tidak kuat menahan arus laut,” kata salah seorang warga, Miru, kepada Tanjungpinang Pos, Sabtu. (24/11).

Baca Juga :  APDB Kecil, Daya Serap Anggaran Rendah

Meski tidak ada korban, namun saat ini aktivitas warga menjadi terhenti. Sebelum ambruk, pagi harinya warga masih melakukan gotong-royong untuk mengganti tiang penyangga jembatan yang kelihatan susah rapuh.

”Untungnya tidak roboh saat warga gotong-royong. Kami berharap Gubernur Kepri, menunaikan janjinya untuk membangunan jembatan itu,” sebut Miru.

Disebutkannya, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun pernah berjanji, Pemprov Kepri akan membangunan jembatan tersebut tahun 2019 mendatang.

Janji ini disebutkan, saat Nurdin melakukan kunjungan kerja ke Desa Marok Tua.

”Beberapa bukan setelah jembatan roboh, kemarin, Gubernur Kepri menyempatkan diri untuk berkjnjung saat melakukan Kunker ke Lingga. Beliau berjanji Pemprov Kepri akan membangun jembatan ini tahun 2019, mendatang,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Akan Gelar Mandi Syafar

Meski belum lama diperbaiki, setelah rusak terkena gelombang Maret 2018 warga minta jembatan penghubung Desa Marok Tua dibuat permanen.

Jembatan tersebut, sebagai akses ke jalan utama yang memghubungkan pusat pemerintahan kecamatan dan perekonomian kondosinya memprigatinkan.

Jembatan tersebut, sudah mulai bergoyang bila dilalui warga dengan mengunakan sepeda motor.

”Memang jembatan ini baru beberapa bulan diperbaiki setelah roboh. Namun, kini kondisinya sudah bergoyang dan rawan terjadi kecelakaan,” kata Zuo, salah seorang warga, kemarin.

Ia mengatakan, janji pemerintah untuk membangun jembatan permanen dengan beton hingga saat ini tidak ada kejelasannya. Sedangkan, bila terus diperbaiki dengan kayu seperti yang selama ini dilajukan hanya dapat bertahan dalam beberapa bulan.

Baca Juga :  Tingkatkan SDM Pegawai, Gandeng IPDN

”Kemarin sawaktu jembatan ini roboh, pernah dikunjungi Gubernur Kepri. Beliu berjanji akan berkoordinasi dengan pihak terkait, untuk membangun jembatan secara permanen. Namun, hingga saat ini tidak ada kelanjutannya,” sebutnya.

Terkait hal ini, Kepala Desa Marok Tua Saparudin membenarkan, keluhan warga tentang jembatan penyeberangan tersebut. Beberapa kali jembatan diperbaiki, namun hanya bisa bertahan beberapa bulan. (TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here