Kadin Minta Pelindo Revisi e-Pass

0
327
Calon penumpang saat antre masuk ke pelabuhan mengunakan e-pass di Pelabuhan Sribintan Pura Tanjungpinang, belum lama ini. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Penerapan sistem e-pass oleh PT Pelindo di terminal Domestik dan Internasional Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, terus menuai protes.Yang melakukan protes bukan hanya warga Tanjungpinang, tapi turis yang datang ke Tanjungpinang juga protes.

Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tanjungpinang Bobby Jayanto, penerapan e-pass di terminal internasional dan domestik harus ditinjau ulang. Sebab, banyak warga yang memprotes, termasuk turis yang berkunjung ke Tanjungpinang dan para pengusaha.

Sebelumnya, DPRD Kota Tanjungpinang telah menggelar hearing atau dengar pendapat DPRD dengan GM Pelindo I Wayan Irawan. Hasilnya, DPRD meminta agar Pelindo meninjau ulang penerapan e-pass tersebut. Sebab, banyak dikomplain oleh masyarakat.

Sistem e-pass merupakan pilot project bagi pelabuhan yang ada di Indonesia dan merupakan sebuah system non tunai yang pertama diterapkan di pelabuhan di seluruh Indonesia.

Untuk pelabuhan laut di SBP ini menggunakan e-money atau transaksi non tunai. Warga juga protes tarif baru pas pelabuhan naik per 1 Juli lalu. Untuk di terminal domestik dari Rp5 ribu naik jadi Rp10 ribu. Pengantar dan penjemput dari Rp5 ribu naik jadi Rp10 ribu. Terminal internasional untuk Warga Negara Indonesia (WNI) naik dari Rp35 ribu naik menjadi Rp40 ribu per orang. Warga Negara Asing (WNA) dari Rp55 ribu menjadi Rp60 ribu per orang. Masing-masing naik Rp5 ribu per orang. Sejak kenaikan pas pelabuhan itu, warga yang protes.

”Baiknya tiket penumpang satu dengan boarding pass, jadi masyarakat tidak antre beli tiket dan beli e-pass,” kata Bobby Jayanto.

Kata dia, program e-pass bagus, tapi belum layak diterapkan di Tanjungpinang. Dinegara maju seperti Singapura, tiket dan boarding pass langsung dibeli bersamaan. Tapi, ia heran di Tanjungpinang, sebagai daerah kepulauan, lalulintas calon penumpang di Pelabuhan Sribintan Pura Tanjungpinang, kenapa harus menjadi pilot projec.

Mau masuk pelabuhan, warga sudah anteri membeli e-pass, kalau tidak ada e-pass penumpang tidak bisa masuk ke ruang tunggu. Sebelum di ruang tunggu, penumpang juga harus antre menunggu untuk membeli tiket lagi. ”Jadi kalau warga yang buru-buru mau ke luar daerah bisa-bisa ketinggalan pesawat, karena predurnya panjang,” tegasnya.

Ia juga minta kepada DPRD Tanjungpinang ambil tegas, dan minta kepada Pelindo untuk merevisi kebijakan tersebut. ”Pakai boarding pass saja, contohlah Batam, beli tiket sudah sekalian pas masuk, jadi warga tidak antre-antre,” bebernya. (bas) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here