KAMMI Siap Awasi Pemilu

0
493
Suasana silaturahmi KAMMI Tanjungpinang dengan Bawaslu Kota Tanjungpinang, belum lama ini. KAMMI menyatakan siap mengawasi pemilu 2019. F-Istimewa

TANJUNGPINANG – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Tanjungpinang menyatakan siap awasi pelaksanaan pemilu di Tanjungpinang.

Hal itu disampaikan pengurus KAMMI Tanjungpinang saat silaturahmi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungpinang di Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Tanjungpinang, Selasa (16/10).

Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhammad Zaini didampingi dua komisioner Bawaslu Kota Tanjungpinang lainnya, yakni Maryamah dan Novira Damayanti menyambut baik kedatangan rombongan KAMMI Daerah Tanjungpinang.

Ketua KAMMI Daerah Tanjungpinang, Andrian mengatakan, silaturahmi KAMMI Daerah Tanjungpinang dengan Bawaslu Kota Tanjungpinang, adalah untuk menyelaraskan peran KAMMI sebagai tim pemantau Pemilihan Umum (Pemilu) di tingkat Kota Tanjungpinang. Karena yang mana KAMMI sebagai tim pemantau sudah terakreditasi di Bawaslu RI.

”Karena kita ingin bersinergi menjaga integritas pemilu, yang berkualitas dengan cara mewujudkan deklarasi pemilu damai yang kita rencanakan akan berlangsung pada tanggal 3 November 2018,” kata Andrian kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (19/10).

Baca Juga :  Satbinmas Polres dan KPU Bahas Kamtibmas Jelang Pilkada

Lanjut dia, KAMMI Tanjungpinang sudah siap sebagai tim pemantau untuk bertanggungjawab dan melaksanakan sesuai dengan peraturan yang sudah ada. Karena KAMMI sebagai organisasi mahasiswa siap berpartisipasi dalam menjaga integritas pemilu, yang berkualitas serta siap bersinergi dengan pihak penyelenggara pemilu untuk mewujudkan pemilu damai.

”KAMMI juga siap untuk menjadi leading sector, merangkul dan mengajak kawan-kawan organisasi mahasiswa lainnya untuk bergerak dan bersama-sama mewujudkan pemilu damai di Indonesia termasuk di Kota Tanjungpinang,” ucap dia.

Intinya, KAMMI Tanjungpinang dan Bawaslu Kota Tanjungpinang sudah sepakat untuk melakukan deklarasi Pemilu damai pada 3 November 2018 nanti. Deklarasi ini akan melibatkan penyelenggara Pemilu, yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan organisasi kemahasiswaan di Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  Duet Wello-Robby Patria Menguat di Pilbup Bintan

”Kita (KAMMI, red) sebagai tim pemantau pemilu tingkat daerah, tentu harus melengkapi beberapa syarat administrasi yang dibutuhkan sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 dalam persyaratan dan tata cara menjadi pemantau Pemilu,” terang dia.

Saat silaturahmi berlangsung, Ketua Bawaslu KotaTanjungpinang, Muhammad Zaini merasa bangga dengan kehadiran KAMMI Tanjungpinang bersilturahmi dengan Bawaslu Kota Tanjungpinang.

Di sela itu, Zaini berharap, kepada KAMMI Tanjungpinang untuk merangkul hingga mengajak organisasi lainnya untuk mewujudkan Pemilu serentak tahun 2019, berjalan dengan damai. Karena hal seperti itu, diharapkan oleh semua orang.

Pemilu memang harus dipantau, peran KAMMI sebagai tim pemantau pemilu dapat dipelajari dalam UU Nomor 7 tahun 2017 pasal 435-447. Hak dan kewajiban pemantau Pemilu berdasarkan UU Nomor 7 tahun 2017 di pasal 440 pada butir a, berbunyi mendapat perlindungan hukum dan keamanan dari Pemerintah Indonesia.

Baca Juga :  Bawaslu: Sosialisasi di Kampus Dapat Dipidana

Kemudian, dibutir b berbunyi, mengamati dan mengumpulkan informasi proses penyelenggaraan Pemilu. Dibutir c, memantau proses pemungutan dan penghitungan suara dari luar TPS.

Sedangkan di butir d, mendapatkan akses informasi yang tersedia dari Bawaslu. Bawaslu Provinsi, atau Bawaslu kabupaten/ kota dan dibutir e, menggunakan perlengkapan untuk mendokumentasikan kegiatan pemantauan sepanjang berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here