Kampung Bugis jadi Bedelau

0
1123
Inilah jalan lingkar yang telah dibangun oleh pemerintah pusat di Kampung Bugis. Selain jalan lingkar rumah warga di kawasan tersebut di cat warna warni seperti pelangi.f-istimewa

Kawasan Kampung Bugis kini menjadi kawasan yang bedelau. Padahal, dulu predikatnya merupakan kawasan kumuh. Pemerintah pusat mulai menata kawasan dengan total anggaran Rp50 miliar. Pekerjaannya kini sedang berlangsung.

TANJUNGPINANG – Kampung Bugis ke depan, terbebas dari status kawasan kumuh. Kerja nyata penanganan lintas sektoral, antara pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Pertanahan Nasional, Pemko Tanjungpinang, Pemprov Kepri, mulai terlihat.

Program penataan kawasan kumuh bertujuan agar kualitas hidup masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman tersebut Lebih baik. Penataan kawasan kumuh dilakukan dengan berbagai macam kegiatan. Seperti membangun pelantar yang memadai, menyediakan sarana dan prasarana air bersih, melakukan bedah rumah, termasuk dibangun pelantar lingkar.

Baca Juga :  Danlantamal Kunker ke Lanal Dabo Singkep

Selain memudahkan akses masyarakat, pelantar lingkar tersebut bisa menjadi ikon wisata baru di Kota Tanjungpinang. Secara tidak langsung bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Kota Tanjungpinang. Kampung Bugis diharapkan menjadi Kampung Wisata di awal tahun 2019 mendatang.

Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR menetapkan Kota Tanjungpinang salah satu 30 Kabupaten/Kota sebagai prioritas penanganan pemukiman kumuh. Saat ini di Tanjungpinang tepatnya di kawasan Rukun Warga 06, Kampung Bugis, progres pengerjaan jalan lingkar sampai membangun tempat berkumpul atau vokal point di komplek itu sudah menunjukkan bahwa Kampung Bugis banyak perubahan.

Baca Juga :  54 Calon Panwas Ikut Tes Tertulis

Saat ini tidak hanya terbangun pelantar, melainkan fasilitas sanitasi komunal, sarana sumber air minum, program bedah rumah tidak layak huni (RTLH), penghijuan serta hampir 300 rumah warga akan di cat warna/warni juga akan dibangun disana.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Kota Tanjungpinang, H Surjadi mengatakan penataan tersebut merupakan perogram pengentasan kawasan kumuh terintegrasi.

”Ini perogram penanganan kawasan kumuh terintergrasi, program pemerintah pusat. Di Indonesia 2018 yang menjadi perioritas utama hanya dua pertama Tanjungpinang dan Jogyakarta karena kita memenuhi kriteria. Total anggaran seluruhnya untuk penataan sekitar Rp50 miliar. Harapan kita, Kampung Bugis ke depan, terbebas dari status kawasan kumuh,” katanya. (SUHARDI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here