Kantor LPMP Dijadikan Rumah Isolasi Covid-19, Warga Toapaya Protes

0
130

BINTAN – Satgas Covid-19 Provinsi Kepri menetapkan Kantor LPMP Provinsi Kepri di Cerukijuk, Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan menjadi tempat isolasi mandiri bagi penderita virus korona. Namun, kebijakan ini mendapat protes dan penolakan dari warga Toapaya.

Sikap penolakan ini kembali disampaikan warga, pada saat pertemuan dengan Kepala Dinkes Provinsi Kepri Tjejep Yudiana selaku jubir Satgas Covid-19 Kepri di Pasar Tani, Jumat (7/8) pagi. Turut hadir Kepala Kesbangpol Kepri Ir Lamidi, Camat Toapaya Nepy Purwanto, dr Horas mewakili Kepala Dinkes Bintan dan sekitar 20-an warga.

Slamet mewakili warga mengatakan, masyarakat kaget dengan penetapan Kantor LPMP sebagai rumah isolasi. Soalnya, Satgas Covid-19 Kepri tak ada sosialisasi. Selama ini, warga patuh dengan protokol kesehatan, dan Toapaya aman dari virus korona. Dengan Kantor LPMP dijadikan rumah isolasi, justru akan menimbulkan klaster baru.

Baca Juga :  APBD 2018 Berkurang, Bupati Pusing

“Itu yang dikhawatirkan warga, dan makanya kami dari warga menolak,” tegasnya.

“Jika penularan virus ini terjadi karena kontak erat dan ditular lewat air liur saat bicara dekat, dan tidak bisa menembus dinding, kenapa tidak dicari tempat lain saja. Kenapa mesti di LPMP Toapaya ini,” sambungnya.

Selain Slamet, pemuda dan LPM Toapaya juga menyampaikan penolakan terhadap kebijakan ini. Karena lokasi berdekatan dengan perkantoran, pondok pesantren serta STAIN Abdurrahman Kepri.

“Kuliah saja kami susah dan terhambat, di masa pandemi ini. Apalagi kalau LPMP yang dekat dengan kampus kami itu, jadi isolasi pasien Covid-19. Kuliah kami akan terhambat. Kami tak mau ada klaster baru,” ujar mahasiswi STAIN Kepri.

Menyikapi protes tersebut, Kepala Dinkes Kepri Tjejep Yudiana menjelaskan, Kantor LPMP menjadi rumah isolasi ini, sudah ditetapkan. Tapi belum dilaksanakan. Kebijakan ini diambil secara cepat, karena melihat peningkatan kasus suspect Covid-19 di Kepri, pekan lalu. Khususnya di Tanjungpinang dan Bintan.

Baca Juga :  Maaf... Bukan Dibegal, Tapi Jatuh Sendiri

“Kami akui, memang tidak ada sosialisasi sebelumnya. Karena kondisi ini insidentil. Tapi, kami sudah lapor ke pusat. Dan sebelumnya, pusat pun menyetujui LPMP ini dijadikan rumah isolasi,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Tjejep, kamar rumah singgah di RSUD RAT Provinsi Kepri di Km 8 Tanjungpinang, hanya tersedia 20 bad. Sekarang sudah penuh. Minggu lalu, hampir 1.000-an orang yang kontak erat dengan suspect Covid-19 dan melakukan tes swab, di Tanjungpinang dan Bintan. Ini dikhawatirkan muncul pasien baru dalam jumlah banyak.

“Ini yang kita antisipasi. Mau ditangani di mana saudara-saudara kita itu,” ujarnya.

Satgas Covid-19 Provinsi Kepri, lanjut Tjehep, sudah menjajaki kamar Sunrise Hotel, tapi tak memadai untuk SDM. Justru itu, dialihkan ke LPMP.

Baca Juga :  Lanud RHF Tanjungpinang Menggelar Pengobatan Gratis di Bintan

“Kami jamin, orang yang nantinya diisolasi di LPMP, tidak akan keluar. Kemudian, pegawai LPMP pun tidak terlibat. Kami jamin, pasien yang isolasi di LPMP itu, tidak akan kontak erat dengan warga Toapaya,” tegasnya.

Namun dengan penolakan warga Toapaya, Tjejep menyatakan, akan menarik kembali kebijakan penetapan Kantor LPMP sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19. Tapi, jika warga Bintan ada terpapar, dan RSUD RAT Kepri penuh, jangan Satgas Provinsi Kepri yang dipersalahkan nanti.

“Sekarang, kami serahkan kepada keputusan warga. Tapi, kalau nanti ada apa-apa, dan tak bisa menampung pasien di RSUD RAT, jangan kami yang disalahkan,” ucap Tjejep. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here