Kaviar Ekslusif Lawatan Sang Raja

0
715
Dian Fadillah, S.Sos

Oleh: Dian Fadillah, S.Sos
Ketua Sanggar Lembayung Kepri

Raja Salman Bin Abdulaziz Al-Saud datang melakukan lawatan ke Indonesia. Euforia kunjungan sang Raja ini begitu hebat sehingga melebihi permasalahan besar Indonesia yang dewasa ini sudah terjadi. Permasalahan krusial tentang penistaan agama, masalah degradasi bangsa dan masalah hukum lain berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan negara kesatuan yang utuh. Hal ini merupakan hal yang secara hakiki harus dijaga dari kunjungan manapun dalam apalagi luar negara. Khusus untuk kunjungan lawatan yang dilakukan ke Indonesia setelah 47 tahun yang lalu oleh Raja Faisal Ibn Abdul Aziz As Saud pada Rabu (10/6/1970).

Kedatangan Raja Faisal waktu yang lalu disambut oleh Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto di Bandara Kemayoran, Jakarta Pusat. Berbeda dengan Raja Salman, jumlah rombongan yang spectacular mencapai 10N/9D ini sambil melakukan Holiday di Pulau Dewata di Denpasar, Bali.

Terlepas dari itu semua harapan besarnya rombongan kunjungan Raja Salman menandakan besarnya investasi di Indonesia nantinya akan terealisasi. DPR sebagai lembaga tinggi negara akan memutar film yang 47 tahun yang lalu ketika Raja dari Saudi Arabia yang telah kemari kata Ketua DPR Setya Novanto pada Sabtu (25/2).

Menurut Ketua DPR, video tersebut menggambarkan hangatnya hubungan Indonesia dan Arab Saudi sejak hampir lima dekade lalu dan mengaku baru tahu adanya video tersebut dari Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama Mohammed Al-Shuibi yang merupakan suatu sejarah yang belum pernah kita lihat bahwa ada dokumenter film yang sejarah dan perlu di lihat secara bersama.

Baca Juga :  Seks Berisiko di Kalangan Remaja

Kunjungan ini merupakan kunjungan persaudaraan sebagai balasan Kunjungan Presiden RI Jokowi beberapa waktu yang lalu. Apabila ditinjau dari pola pikir Kepariwisataan Indonesia untuk kunjungan wisata maka kunjungan ini merupakan Inbound Tour Package yang terbesar di tahun 2017 dengan mendatangkan wisatawan luar negeri yaitu dari Arab Saudi pada 1-9 Maret 2017.

Pemimpin Arab Saudi tersebut membawa rombongan dengan jumlah yang cukup besar, yakni kurang-lebih 1.500 orang, (termasuk 10 menteri dan 25 pangeran) Kunjungan yang dimaksud juga merupakan kunjungan MICE terbesar juga di tahun ini atas nama Pemerintah Indonesia dengan berbagai rangkaian agenda kegiatan yang focus kepada kunjungan kenegaraan dan ibu negara.

Semua agenda itu diikuti dengan makanan khas yaitu Kaviar merupakan Telur Ikan Sturgeon (Acipenser Fulvescens) yang diproses dan digarami. Kaviar merupakan makanan sebagai hidangan utama di dalam pesawat terbang selama penerbangan berlangsung di samping jenis makanan lain seperti stok untuk Hummus, Canapé, Caviar, Roti pilihan, Nasi Basmati, Daging dan Lobster.

Baca Juga :  Menyikapi Bullying pada Kaum Milenial

Menurut Excecutive Chef Restaurant Awouz Gourmet, Abu Halim dan Head Chef Cassis Kitchen, Cristopher Herlambang bahwa kaviar itu mahal karena merupakan hasil dari ikan yang ditangkap di dasar laut Kaspia dengan negara penghasil dengan rasa amis dan asin serta enak dimakan pada waktu mentah, masih berbentuk telur kecil dan tidak sebesar kelereng dalam sebuah kaleng kecil (Budget standar Rp 35 juta untuk 250 gram) excite betul mahalnya karena berbagai alasan :

1. Ketersediaan Bahan baku
Kaviar yang mahal itu merupakan bahan baku yang susah di temui di Negara lain. Hanya negara negara tertentu saja yang memilikin bahan baku kaviar itu yaitu Frances, Azerbaijan, kazakstan, Italy, Russian dan Iran dan kaviar beluga merupakan kaviar yang paling mahal di dunia.
2. Kelangkaan produk
Karena sulitnya ditemukan bahan baku itu sehingga itu menjadi langka dan tidak ditemukan di daerah lain atau negara lain apalagi untuk di konsumsi dan China menjadi tempat yang memiliki itu semua.

Farhad bin Faisal al Saud dalam instagramnya sangat menyenangi Bali sebagai destinasi wisata kunjungan rombongan negara. Beliau yang juga sebagai salah seorang pangeran Arab Saudi yang diminati oleh remaja Indonesia dewasa ini karena ketampanan dan keramahan prilakunya berdasarkan Itenerary yang sudah dibuat bahwa pada 9 Maret 2017 akan menyelesaikan kunjungan kenegaraanya di Indonesia yaitu Jakarta dan Bali yang pada saat ini setelah selesai mengunjungi Besakih, Tanah lot dan Pantai Kuta.

Baca Juga :  Bunuh Diri Kok Jadi Tren?

Hotel tempat rombongan menginap di Hotel The St. Regis Bali Resort bersama rombongan karena hotel tersebut paling mewah kualitasnya, tertinggi fasilitasnya dan yang paling baik keamanannya.

Dan berada di Kawasan Wisata Ekslusive di Nusa Dua bali Kabupaten Badung di Nusa dua Resort sebagai Indonesia Tourism Development Coorporation dengan pengamanan penuh Polda Bali sebanyak 2.500 Polisi TNI dan Pemda serta satgas (pecalang) Bali di sudut sudut kota.

Bagaimanapun kita berdoa dan berharap kunjungan lawatan raja Saudi Arabia ke Indonesia memberikan harapan yang bagus untuk hubungan belitgeral dua negara, dapat merelalisasikian bantuan tanpa bunga dan memberikan kelonggaran untuk quota haji yang lebih untuk Indonesai.

Semoga kunjungan seperti ini juga dilakukan oleh Negara lain dalan hubungan bilateral ataupun multilateral agar menjadikan bumi Indonesia dikenal sebagai Tourism area and interesting object di dunia sehingga dapat terciptanya keamanan dan kenyamanan di muka bumi ini. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here