Kecamatan Baru Perlu Pelayanan Kesehatan

0
412
Salah satu lorong ruang tunggu keluarga pasien RSUD. F-TENGKU/tanjungpinang pos

Sebagai kecamatan baru, yakni Kecamatan Katang Bidare yang dimekarkan dari Senayang, Camat Katang Bidare Safaruddin M.Si menilai pentingnya pelayanan kesehatan maksimal di kecamatan yang ia pimpin.

LINGGA – Untuk itu, ia pun mendatangi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Lingga untuk memperoleh dukungan itu, Senin (26/11).

Kedatangan pria yang akrab disapa Safar ini, juga untuk mempertanyakan kosongnya puskesmas di Desa Pulau Bukit.

”Intinya kami kedatangan kami ke sini, untuk meminta agar pelayanan kesehatan di wilayah kami dimaksimalkan. Masalah kesehatan di Kecamatan Katang Bisare masih jauh dari harapan masyarakat,” kata Safar usai mendatangi kantor DKPPKB.

Camat yang dilantik pada akhir Oktober lalu ini, berusaha mengejar target capaian 100 hari agenda yang telah dipaparkan dalam rapat kerja. Kegiatan kunjungan yang dilakukan ke desa-desa wilayah kecamatan baru ini, sebagai langkah meningkatkan pelayanan yang berkonsentrasi pada kegiatan masyarakat di bidang apapun.

Baca Juga :  Polres dan Pemkab Gelar Lingga Run 2017

”Kami ingin pelayanan kesehatan di Katang Bidare bisa maksimal, sehingga masyarakat bisa merasakannya,” sebutnya.

Kedatangannya ke DKPPKB Lingga disambut Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan drg  Siti Nafiah.

Dari hasil diskusi itu, didapatkan beberapa langkah yang bisa diambil seperti langkah jangka pendek yakni dengan pergeseran petugas dari puskesmas atau Pustu lain untuk mengisi kekosongan di Polindes Desa Pulau Bukit.

Pada progres jangka panjang, lanjutnya, ada upaya usulan berdirinya puskesmas di wilayah Katang Bidare.

Karena diketahui sejauh ini, masyarakat sekitar hanya terpusat pada satu puskesmas di Desa Tajur Biru, Kecamatan Temiang Pesisir.

”Intinya, bidang pelayanan masyarakat salah satu kesehatan ini adalah salah satu visi misi Bupati dan Wakil Bupati Lingga yang harus sama-sama kita perjuangkan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Warga Mentuda Dambakan Akses Jalan

Tiga kecamatan pemekaran di Kabupaten Lingga resmi menjalankan roda pemerintahan, setelah Bupati Lingga melantik para camatnya, Senin (29/10) bulan Oktober lalu.

Bupati Lingga H Alias Wello memberikan perhatian khusus, terhadap tiga kecamatam pemekaran ini dengan memantau kinerja para camat-camatnya dalam 100 hari kerja.

”Bila tidak ada perubahan ke arah yang lebih baik, maka saya akan melakukan evaliasi terhadap camat yang bersangkutan,” kata Alias Wello, beberapa waktu lalu.

Pemerkaran kecamatan di Senayang ini, merupakan upaya yang dilakukan Pemkab Lingga untuk mensejajarkan Senayang dengan wilayah lain di Lingga.

Selama ini, Kecamatan Senayang adalah daerah yang paling tertinggal dibandingkan dengan kecamatan lain.

”Dengan adanya pemekaran, tentu lebih memudahkan masyatakat dalam mendapatkan pelayanan hingga menjadi penunjang kemajuan ekonomi masyarakat,” sebutnya.

Baca Juga :  APDB Kecil, Daya Serap Anggaran Rendah

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan di Setretariat daerah (Setda) Lingga Gandime Diyanto mengatakan, untuk pembagian wilayah kerja atau desa sudah ditetapkan.

Kecamatan Katang Bidare, wilayahnya meliputi Desa Benan, Mensanak, Pulau Bukit, Pulau Duyung serta Pulau Medang. Sebelumnya, lima desa tersebut merupakan bagian dari Kecamatan Senayang.

”Kalau Kecamatan Temiang Pesisir, itu Desa Temiang, Tajur Biru dan Pulau Batang,” ucapnya.

Sementara itu, kecamatan terakhir yakni Bakung Serumpun terdiri dari 6 desa yakni, Desa Batu Belubang, Cempa, Pasir Panjang, Tanjung Kelit, Tanjung Lipat serta Rejai. Sebelum dimekarkan, 14 desa itu merupakan bagian dari Kecamatan Senayang.(TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here