Kejaksaan Prioritaskan Tiga Kasus Korupsi

0
1019
Syafri Hadi SH

NATUNA – Kejaksaan Negeri Natuna tengah mendalami dugaan kasus korupsi di tiga lembaga berbeda di Kabupaten Natuna.

Di antaranya, di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, KPU Natuna dan PDAM Tirta Nusa. Satu di antara ketiga kasus itu adalah kasus lama yang sampai saat ini belum masuk pada tahap penetapan tersangka.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) kejari Natuna, Syafri Hadi, SH menjelaskan, proses ketiga kasus tersebut dalam tahap penyidikan. Bahkan, dua dari tiga kasus itu sudah ada tersangkanya.

”Untuk yang KPU dan Padat Karya di Dinas Tenaga Kerja sudah ada tersangkanya. Joko adalah pihak yang bertanggungjawab dalam program Padat Karya. Sedangkan Taufik adalah staf keuangan di Sekretariat KPU,” kata Syafri Hadi di kantor Kejari Natuna, Jumat (24/3).

Baca Juga :  ASN Harus Melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab

Dalam prosesnya Syafri mengatakan, Kejaksaan telah membentuk tim penyidik untuk menangani kasus di atas. Program padat karya pada dinas tenaga kerja dan Transmigrasi sudah ditangani sejak tahun 2012 dengan program kegiatan senilai Rp18 miliar.

”Khusus kasus ini, penyidik akan segera memeriksa kembali 73 saksi. Dan saksi kunci yakni saudara Joko kabur dan ditetapkan sebagai DPO,” jelasnya.

Sedangkan, dugaan korupsi di KPU Natuna, penanganannya tahun 2016 dengan anggaran Rp 100 juta. Tersangka sendiri merupakan staf keuangan di KPU Kabupaten Natuna. Saat ini, sedang dilakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk membidik kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat dalam perkara ini.

Baca Juga :  Investor Datang Hanya Melihat-lihat

”Dalam kasus ini kejaksaan belum bisa menentukan kerugikan negara, karena harus ada ahli yang bisa menghitung kerugiannya,” paparnya.

Untuk dugaan korupsi di PDAM, Syafri mengaku kasusnya sedikit rumit. Apalagi dalam anggaran program kegiatan di PDAM Natuna ini terdapat dua regulasi. Ada anggaran yang dananya sebagai dana hibah, dan anggaran juga dana sebagai penyertaan modal untuk PDAM senilai Rp3 miliar.

”Terkait kasus ini, kami masih terus mendalami secara intens. Dalam kasus ini kita belum ada menetapkan tersangkanya. Nanti setiap ada perkembanganya kita upayakan untuk kita kabari,” kata Syafri, kemarin.

Baca Juga :  Lagi Mesum, Dua ABG Digerebek

Syafri mengaku, pihaknya masih menunggu bantuan keterangan ahli dari dua kementerian terkait kasus dugaan korupsi di PDAM ini. katanya, perlu ada kajian tentang proses penyaluran anggaran itu.

”Kasus PDAM, kita masih menunggu penunjukan ahli dan kita sudah meminta kepada pihak Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri dalam bantuan keterangan ahli satu orang. Dan yang pasti ketiga kasus itu menjadi prioritas bagi kejaksaan Negeri Natuna,” tutupnya. (cr25)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here