Kejari Masih Selidiki Proyek Rumah Nelayan

0
693
SEORANG warga saat melihat rumah yang dibangun untuk nelayan di Semente.F-ISTIMEWA

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Natuna Juli Isnur menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dugaan korupsi pada proyek pembangunan perumahan nelayan di Semente, Kecamatan Bunguran Barat.

NATUNA – Bahkan, penyelidikan itu sudah sampai pada pemeriksaan kepada 9 orang saksi. ”Pemeriksaan ini bukan berarti sudah ada calon tersangka. Tetapi, kita mau lihat apakah pada pekerjaan itu ada celah pidananya,” kata Juli Isnur dikantor Kejari Natuna, Rabu (31/1).

Rumah nelayan program Kementerian Perumahan Rakyat dalam perencanaannya akan dibangun sebanyak 50 unit rumah. Namun, kenyataan di lapangan hanya ada 39 unit rumah. Sementara, kekurangan itu dialihfungsikan pada penimbunan di lokasi proyek tersebut.

Baca Juga :  KM Bukit Raya Batal Beroperasi

”Pada intinya, kita masih melakukan penyelidikan. Sambil menunggu proses selanjutnya. Kalau bisa rumah itu segera dimanfaatkan, jangan dibiarkan kosong seperti itu tanpa perawatan dan tentunya bisa cepat rusak,” tegas Juli Isnur.

Sementara itu, pantauan di lokasi pada 39 unit rumah nelayan itu merupakan proyek tahun 2016. Dengan kontraktor pelaksana PT Citra Andika, dan konsultan pengawas PT Pardipka Raya Sejahtra.

”Kalau tidak salah, total proyeknya sekitar Rp 9,463 miliar dari pagu Rp 10,5 miliar,” kata Gunawan, salah satu mantan pekerja proyek yang berlokasi di Batubi.

Baca Juga :  Usaha Ikan Asin Kurang Diminati

Secara administrasi, perumahan Semente masuk wilayah, Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat. Selain itu, lokasi perumahan berbatasan dengan Desa Sedarat Baru, Kecamatan Bunguran Batubi.

”Kalau segera difungsikan, daerah kami akan lebih ramai. Sayang juga, rumah bagus tapi kosong,” papar Gunawan. (HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here