Kejati Usut Korupsi BUMD Kepri

0
636
Ferry Tas

TANJUNGPINANG – Jelang akhir tahun, tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri kembali beraksi melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pejabat terkait kasus dugaan korupsi penggunaan dana PT Pembangunan Kepri (BUMD) Kepri. Kantor BUMD Kepri masih berkantor kawasan Batu 7 Tanjungpinang, atau tak jauh dari mi Tarempa Batu 7.

PT Pembangunan Kepri merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Kepri yang sumber dananya berasal dari APBD Kepri 2007-2010 senilai Rp14 miliar. Salah satu bisnisnya saat itu, penjualan Avtur (minyak pesawat) di Bandara Raja Fisabilillah Tanjungpinang. Sejak awal 2018 ini, Pertamina sudah menghentikan kerjasama dengan PT Pembangunan Kepri, terkait suplai avtur di bandara.

Baca Juga :  Lis Pamitan ke Gubernur Kepri

Meskipun memikili banyak jenis bisnisnya dan jelas, tapi BUMD Kepri diduga tak pernah untung, malah bisnisnya merugi.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri kini melirik kasus dugaan korupsi tersebut. Sudah belasan pejabat dari kalangan BUMD Kepri sudah dipanggil untuk periksa atau dimintai keterangan.

Kajati Kepri, Asri Agung Putra mengatakan, untuk BUMD Kepri kita masih melakukan penyelidikan, namun pihak Kejari Kepri ini belum bisa memberikan penjelasan. Terkait proses penyelidikan tersebut, khusunya menyangkut pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah nama pejabat.

Baca Juga :  Pemegang Kartu BPJS Bisa Nginap di VIP dan VVIP

”Masih berjalan, kita masih melakukan penyelidikan dan belum bisa disampaikan banyak,” katanya, Senin (10/12).

Lanjutnya, saat ini tahapan yang sedang dilakukannya baru pengumpulan data (Pulda) maupun keterangan (Pulbaket) guna pengusutan kasus yang diduga telah merugikan keuangan negara itu.

”Yang jelas proses penyelidikan dugaan kasus ini masih terus berlanjut hingga tuntas. Kami juga tidak menutupi hasil pemeriksaan terkait dugaan korupsi tersebut,” sebutnya.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kepri, Ferry Tas menyebutkan, pemanggilan tersebut terkait dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi di tubuh BUMD Provinsi Kepri sejak tahun 2007.

Baca Juga :  "Artis" Tahunan Warga Penyengat

Kata dia, hingga saat ini kita telah memeriksa sekitar belasan orang terkait BUMD Kepri. Sampai saat ini pemanggilan dan pemeriksaan itu masih terus berlangsung. Namun, belum menetapkan tersangka. ”Belasan orang sudah kita periksa internal BUMD Kepri,” ujarnya. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here