Kelompok Tani Inginkan Alsintan

0
441
BUPATI Karimun Aunur Rafiq menyerahkan traktor mini kepada Gapoktan di Kundur untuk meningkatkan hasil tani tahun lalu. F-ALRION/tanjungpinang pos

Kelompok tani di Desa Tanjung Batu Kecil dan Desa Tanjung Hutan, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun memberikan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa hand traktor serta bibit tanaman.

KARIMUN – Alat pertanian yang diminta tersebut akan digunakan untuk mengolah lahan.

Selain itu, petani juga meminta bibit unggul guna meningkatkan produksi hasil tani termasuk bimbingan dari penyuluh pertanian. Sehingga, petani memahami masa perawatan sejak penanaman sampai pada masa panen.

Jika dikelola dengan baik, lahan pertanian di dua desa tersebut dapat memenuhi 40 persen pasar Karimun. Adapun, jenis tamamam yang dikembangkan yakni jenis sayuran dan tanaman keras.

Hawa dingin kedua desa cocok, untuk menanam sayuran serta tanaman keras jenis kelapa dan karet.  ”Kelompok petani sayur sangat mengharapkan bantuan peralatan pertanian, untuk meningkatkan produksi sayuran. Karena masih banyak lahan kosong yang dapat dimanfaatkan,” kata anggota DPRD Karimun, Ady Hermawan usai bertemu kelompok tani.

Baca Juga :  Jo Hakim Ditemukan Tewas di Jalan

Ia menambahkan, petani sedang memfokuskan penanaman sayur memenuhi kebutuhan lokal. Warga mencoba mengembangkan tanaman sayuran, sebagai tanaman sampingan menunggu tanaman keras seperti karet dan kelapa bisa dipanen.

Selain itu, diharapkan pendalaman alur sungai mengantisipasi banjirnya lahan pertanian.
Terutama saat musim hujan dan air laut pasang besar, dan jika tidak diperdalam atau dibuat pembatas maka air akan meluap ke lahan pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, sangat mendukung usulan dan rencana petani mengembangkan hasil pertanian.

Diupayakan, akan diberikan pada tahun 2019 mendatang jika tidak mampu dari APBD Karimun diupayakan dari APBD Provinsi Kepri.

”Selain memenuhi pasar, sayuran dari kelompok tani nantinya dapat menekan inflasi sayuran dipasaran. Pada prinsipnya, tergantung kerja keras dan kemauan memanfaatkan peluang yang ada,” pesan Rafiq.

Baca Juga :  Kodim 0317/TBK Bangun Dua Jembatan

Sementara, pada bulan ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karimun akan melakukan ekspor perdana buah Nenas dari Pulau Kundur ke Singapura.

Tidak hanya Nenas, tetapi buah Pisang juga direncanakan untuk diekspor seperti Nenas. Pada pemberitaan sebelumnya, kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karimun M Affan menyebutkan pihaknya tengah mengurus administrasi terkait ekspor.

Ekspor ini adalah tindak lanjut program kerja lumbung pangan dari Pemerintah.

Pemerintah bekerja sama dengan petani, dalam rangka peningkatan taraf ekonomi masyarakat petani di Kundur.

Direncanakan, akan ada 20 ton buah Nenas pada ekspor perdana.

”Banyaknya tahapan yang harus dipersiapkan, membuat ekspor perdana tidak dapat dilaksanakan bertepatan pada hari ulang tahun Karimun,” terang Affan.

Baca Juga :  Pedagang Ikan Jalan Haji Arab Direlokasi

Sebelum diekspor, selain kelengkapan dokumen administrasi juga diperlukan ada dokumen dari pihak Karantina yaitu hasil pemeriksaan bersih dari hal hal yang bisa merusak kualitas tumbuhan.

”Petani mau Nenas dan Pisang yang di ekspor. Telah memenuhi persyaratan eskpor, kualitas dan kuantitasnya harus sesuai harapan penerima. Jika kualitas baik, maka pangsa pasar akan dapat terus berlanjut,” kata Affan.

Beberapa waktu lalu, Affan juga menyampaikan tidak hanya Singapura tetapi juga membidik pasar lokal seperti Karimun dan Batam.

Jika semua sudah jalan sesuai rencana, petani akan meminta bantuan dana atau pengadaan bibit unggul dan penyuluh.(ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here