Kenaikan Kurs Dolar Tak Pengaruhi Harga Barang

0
373
KHAIRUL Kepala DKP Bintan bersama Bupati Bintan H Apri Sujadi mengecek harga daging ayam, belum lama ini.f-istimewa

BINTAN – Nilai tukar rupiah semakin lemah terhadap kurs mata uang asing, mencapai Rp 14.685 per dolar US. Namun, harga barang di pasaran Kabupaten Bintan tetap stabil. Hanya harga daging ayam yang naik, berkisar Rp 2 ribu per kilogramnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bintan Khairul menjelaskan, ketersediaan bahan pokok pangan di Bintan masih cukup dan relatif stabil. Harga pangan strategis dan proyeksi konsumsi pangan masih terkendali, sampai pekan pertama November 2018 ini.

”Kenaikan kurs dolar terhadap nilai rupiah, tak mempengaruhi harga barang di Bintan. Sejumlah komoditas harga stabil. Hanya, harga daging ayam yang naik, dari Rp 38 ribu per kilogram (Oktober) menjadi Rp 40 ribu per kilogram (November),” sebut Khairul melalui rilis resminya, Minggu (11/11) kemarin.

Baca Juga :  Pemprov Diminta Turun Tangan Soal Tambang Ilegal

Harga daging ayam naik, lanjut Khairul, karena harga pakan naik, akibat nilai tukar rupiah turun dibanding dolar. Sedangkan harga komoditi lainnya masih stabil. Bahkan ada beberapa harga barang yang turun. Seperti beras kualitas premium dengan harga termurah, dari harga Rp 10 ribu per kilogram, menjadi menjadi Rp 9.920 per kilogram.

Harga gula masih berkisar Rp 11.500 per kilogram. Daging sapi segar masih Rp 140 ribu per kilogram. Harga cabai rawit, cabai merah dan cabai hijau justru turun berkisar Rp 2 ribu hingga Rp 10 per kilogram, jika dibanding harga pada bulan Oktober lalu.

Baca Juga :  Kapolres Bikin ’Jus’ dari Bahan Ekstasi dan H5

”Kami akan awasi terus, jangan sampai ada permainan harga di pasaran,” tegasnya.

Bupati Bintan H Apri Sujadi meminta agar beberapa dinas terkait menjaga inflasi harga pangan di pasaran, menjelang akhir tahun 2018 ini. Menurutnya, menjelang akhir tahun biasanya kecenderungan harga barang akan naik, karena jumlah permintaan cukup tinggi.

”Akan saya kumpulkan beberapa dinas terkait. Khususnya, membahas beberapa agenda penting menjelang akhir tahun. Terutama memenuhi stok bahan pokok di pasaran,” kata H Apri Sujadi. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here