Kepri Jadi Atensi Pusat, Basarnas Latih 40 Potensi SAR

0
183
DIRBINPOT Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Marsekal Pertama TNI F Indrajaya SE MM didampingi Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam, memasangkan tanda peserta pelatihan, Senin (21/10). Disaksikan Mu’min Maulana dan pimpinan FKPD.

BINTAN – Provinsi Kepri menjadi atensi atau perhatian utama bagi pemerintah pusat, dalam penanganan kecelakaan di laut. Justru itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kelas A Tanjungpinang melatih 40 orang potensi SAR (Search and Rescue) di pantai Trikora, Kabupaten Bintan.

Pelatihan SAR teknik pertolongan di permukaan air bagi potensi SAR ini dibuka secara resmi oleh Direktur Bina Potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Marsekal Pertama TNI F Indrajaya SE MM, Senin (21/10) pagi kemarin. Pembukaan pelatihan ini dihadiri Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang Mu’min Maulada, perwakilan TNI/ Polri, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Bintan.

”Di Indonesia, potensi kerawanan musibah itu hampir sama, di setiap provinsi. Tapi, daerah perbatasan antarnegara seperti Provinsi Kepri, itu menjadi atensi bagi kami di BASARNAS pusat. Termasuk untuk daerah wisata seperti Bali, dan Kabupaten Bintan di Provinsi Kepri ini,” tegas Marsekal Pertama TNI Indrajaya, saat menjawab Tanjungpinang Pos.

Indrajaya menjelaskan, Kepri berada di wilayah perbatasan negara Malaysia dan Singapura, serta beberapa tetangga lainnya. Serta menjadi tujuan utama wisata. Tentu akan banyak orang asing. Ketika terjadi musibah di laut, diperlukan kecepatan dan respontem dari Kantor BASARNAS Tanjungpinang.

Saat ini, personel dalam melakukan pencarian dan pertolongan di Kepri, masih minim dibandingkan dengan luas perairan wilayah Kepri. Atas dasar itu, Kantor BASARNAS pusat melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, melakukan pelatihan terhadap potensi SAR ini. Tahun 2019 ini, pelatihan SAR teknik pertolongan bagi potensi SAR ini, dilakukan sebanyak 2 kali, sama dengan provinsi lain.

”Untuk di Kepri, pelatihan digelar di Kabupaten Bintan. Kemudian, karena Kepri menjadi atensi, pelatihan ini sudah menjadi program nasional, pada tahun 2020 nanti. Pelatihan untuk potensi SAR itu kita gelar 5 kali, khusus di Kepri,” sebutnya.

”Sehingga SDM untuk pencarian dan pertolongan musibah ini, semakin banyak. Masyarakat juga kita latih. Bisa membantu personel kita bersama TNI dan Polri, maupun stakholder lainnya,” sambung Indrajaya.

Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam berterima kasih, pelatihan ini digelar di pantai Trikora, Kabupaten Bintan. Karena, Bintan merupakan daerah dengan destinasi wisata yang sangat tinggi. Wisata Bintan berhadapan langsung dengan laut, ini menjadi tantangan dalam menghadapi musibah atau kecelakaan di laut.

”Dengan pelatihan ini, tentu akan semakin banyak anggota potensi SAR, dalam menghadapi musibah itu. Kemudian, kami juga sudah koordinasi dengan Basarnas. Agar di daerahdaerah wisata, didirikan pos penyelamat. Dan itu, sudah dilakukan,” ujar H Dalmasri Syam.

Miswadi, ketua panitia penyelenggara menyampaikan, pelatihan pertolongan di permukaan laut bagi potensi SAR ini, diikuti 40 orang. Kegiatan dilaksanakan selama seminggu, tanggal 20 sampai dengan 26 Oktober.

”Peserta diberikan materi di ruangan, dan praktik di lapangan. Pelatihan ini, untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi potensi SAR, dalam penanganan musibah di permukaan air,” jelas Miswadi. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here