Kepri Miniatur Indonesia, Jadikan Sebagai Perekat

0
410
SEJUMLAH pejabat dan masyarakat dari etnis berbeda menghadiri perayaan Imlek di Batam, akhir pekan lalu. f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan bonus keberagaman di Kepulauan Riau hendaknya menjadi modal untuk membangun negeri Segantang Lada ini.

Masyarakat Kepri sejak dahulu menikmati bonus keragaman itu dengan hidup penuh toleransi dan silaturahmi.

”Sebagai miniatur NKRI, keberagaman ini adalah kekayaan. Kita saling menghormati dan menghargai antara sesama,” kata Nurdin usai melakukan kunjungan Imlek di Batam pada Jumat (16/2) malam.

Saat itu, usai kembali dari Padang, Sumatera Barat, Gubernur Nurdin langsung melakukan kunjungan Imlek ke sejumlah rumah warga Tionghoa Batam. Rumah pertama yang dikunjungi berada di kawasan Sukajadi.

Saat bertamu ke kediaman Mina, Ketua Perempuan Tionghoa (Preti) Batam, Nurdin disambut oleh sejumlah pengurus. Mereka yang sedang saling berkunjung senang dengan kehadiran Gubernur Nurdin.

Preti sendiri merupakan perkumpulan para perempuan yang aktif dengan kegiatan bhakti sosial. Dalam banyak kesempatan, mereka ikut berbagi dengan masyarakat, terutama di pulau-pulau.

Sambil menikmati jamuan Imlek, terdengar juga perbincangan tentang aktivitas bhakti sosial yang akan dilakukan ke depan. Usai dari Sukajadi, Gubernur Nurdin berkunjung ke kediaman keluarga H Saptono Mustakim, mantan Wakil Bupati Lingga di kawasan Windsor. Di rumah, Saptono sedang berkumpul bersama keluarga besarnya. Tampak saat itu anggota DPRD Kepri, Asmin Patros yang juga merupakan adik kandung Saptono.

Perbincangan politik pun tak terhindarkan. Termasuk soal pendidikan. Keakraban pun tampak di sela perbincangan dengan tawa yang lepas. Usai berkunjung ke sejumlah rumah, Nurdin langsung bertolak ke Tanjungpinang.

Usai berkunjung, Nurdin mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan silaturahmi antarsesama. Dengan terus bersilaturahmi, sikap toleran akan terus tumbuh. Apalagi sikap seperti ini sudah sejak dahulu tumbuh di Kepri. ”Perbedaan bukan penghalang untuk bersilaturahmi. Semua itu menjadi perekat dan penguat,” kata Nurdin. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here