Kerajian Tangan Kepri Go Internasional

0
738
TINJAU: Ketua Dekranasda Kepri, Hj Noorlizah saat meninjau stan Provinsi Kepri di Confention Centre (JCC) Expo, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/4). F-istimewa/humas pemprov kepri

JAKARTA – Hj.Noor Lizah Nurdin Basirun meninjau stand Pemerintah Provinsi Kepri di INACRAFT 2017, the 19th Jakarta International Handicraft Trade Fair dengan tema ‘the magnificence of Yogyakarta di Jakarta Confention Centre (JCC) Expo, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/4).

Pada kesempatan ini Ketua Umum Dekranasda Kepri tersebut didampingi Kabid Industri Kecil dan Menengah Disperindag Provinsi Kepri Hj. Riawina menyempatkan diri foto bersama para perajin yang menjaga stan milik Pemprov Kepri. Kemudian berkeliling ke beberapa stan lainnya yang ada di INACRAFT 2017.

Hj. Noor Lizah yang juga penasehat Persatuan Pengusaha Perempuan Lintas Profesi (P2LIPI) dan penasehat Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kepri ini tampak antusias menyaksikan berbagai kerajinan tangan yang dipamerkan di INACRAFT 2017 ini.
Bahkan dia sempat membeli beberapa kerajinan dari stan yang ia kunjungi.

Baca Juga :  Pembebasan Lahan Sering Jadi Sandungan

Handicraft yang dipamerkan di sini rata-rata bagus. Dan stan Kepri juga tidak kalah dalam bersaing dengan stan-stan yang lain. Kalaupun ada yang kurang, itu wajar saja dan tahun depan bisa diperbaiki lagi.

”Yang penting kita harus tetap semangat dan rajin mengikuti expo seperti ini. Agar Kepri semakin dikenal dan semakin terbiasa berkompetisi dalam hal yang positif,” kata wanita yang juga ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kepri ini.

INACRAFT 2017 menurut Noor Lizah juga sebagai sarana belajar untuk menjadi lebih kreatif bagi setiap pemerintah di daerah serta bagi individu-individu yang memang ingin mengembangkan kreativitasnya di dunia handicraft.

Baca Juga :  Jangan Ceroboh Isi Data

Jika ingin lebih kreatif tentu harus banyak belajar. Dan acara ini adalah sarana belajar yang baik, karena banyak produk-produk hasil kreativitas anak bangsa yang baru dan bagus untuk dipelajari.

Kepri beruntung karena bisa menjadi salah satu dari bagian pameran berkelas internasional ini.

”Karena tidak semua provinsi berkesempatan mengikuti ini,” kata Hj. Noor Lizah lagi yang belum lana ini baru dinobatkan sebagai Bunda Tagana Kepri dan Srikandi Pemuda Pancasila itu.

Di akhir kunjungannya di stan Kepri, Hj. Noor Lizah berpesan agar anak-anak Kepri tetap semangat dan terus belajar agar lebih kreatif dan produktif menghasilkan handicraft yang memiliki nilai jual tinggi. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here