Kerugian Akibat Banjir Ditaksir Lebih Rp 10 Miliar

0
642
WARGA yang menjadi korban bencana banjir saat berada di tenda pengungsian.F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

Kerugian akibat bencana banjir yang melanda di Kabupaten Anambas, tepatnya di Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur mencapai belasan miliar rupiah.

ANAMBAS – Seperti diketahui, bencana tanah longsor dan banjir telah merenggut nyawa dan rusaknya puluhan rumah serta matinya hewan ternak milik warga. Sehingga, Bupati Anambas Abdul Haris SH menetapkan status darurat bencana di daerah yang ia pimpin tersebut.

Sejak terjadi bencana banjir dan longsor, ratusan warga mengungsi ke tempat lebih aman. Tidak hanua itu, namun sejumlah hewan ternak milik warga turut diungsikan. Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Anambas Mudahir menjelaskan, bahwa bau busuk yang berasal dari bangkai hewa ternak yang mati alibat banjir dan tanah longsor telah tercium di Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur.

Baca Juga :  Anambas Butuh Perhatian Pusat

Ia merincikan, untuk hewan sapi yang mati berjumlah 108 ekor dan kambing 6 ekor. Selain itu, tanaman cabai di lahan yang luasnya 1/4 hektare di Kecamatan Jemaja juga rusak.

Sedangkan kerugian di Kecamatan Jemaja timur yakni sapi sebanyak 35 ekor yang mati, kambing 8 ekor, itik 120 ekor serta ayam 140 ekor. Lainnya, tanaman palawija, jagung serta kacang-kacangan juga rusak seluas 12 hektare serta tanaman padi yang baru disemai seluas 27 hektare juga mati.

”Untuk rincian kerugian di Kecamatan Jemaja, total sapi 108 ekor dan harga per ekornya Rp 7 hingga 10 juta dan jika ditotalkan Rp 765.000.000 hingga Rp 1.080.000.000. Untuk jenis kambing totalnya 6 ekor, dan per ekornya Rp 3 juta dan jika ditotalkan senilai Rp 18 juta. Berikutnya, tanaman caba 1/4 hektare, masih belum dapat dihitung. Kerugian ini masih belum valid, karena masih akan bertambah,” jelas Mudahir.

Baca Juga :  Sopir Bus Cabuli Pelajar

Masih kata Mudahir, bau bangkai sudah mulai menyengat. Saat ini, Posko Bencana Pemerintah Kabupaten Anambas (KKA) telah resmi didirikan. Sementara, halaman Markas Komando (Mako) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) di Tarempa dipilih sebagai lokasinya Kendati terbilang lamban dibangun.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here