Kesadaran Pakai Life Jacket Kurang

0
525
Para penumpang pompong tidak mengenakan life jacket saat menyebrang dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat.f-andri ds/tanjungpinang pos

Kesadaran warga menggunakan life jacket saat berada atau menggunakan transportasi di laut masih kurang. Terlihat di angkutan penyeberangan dari Tanjungpinang ke Penyengat atau sebaliknya dari Penyengat ke Tanjungpinang, nyaris tak ada yang mau menggunakan life jacket.

TANJUNGPINANG – Padahal, masih teringat di ingatan kita tragedi Penyengat, pompong angkutan penumpang dari Tanjungpinang ke Penyengat Minggu (21/8) tahun 2016 pukul 09.30 WIB, tenggelam. Ada 10 orang penumpang meninggal dunia.

Padahal, life jacket selalu tersedia di pompong tepatnya berada di atas kepala masing-masing penumpang.

”Macam mana kami nak pakai life jacket. Bapak penambang pompong saja tidak memberitahukan ke kami untuk harus pakai life jacket,” kata Maryanti salah satu penumpang pompong yang hendak menuju ke Pulau Penyengat, Sabtu (17/11).

Baca Juga :  Tapal Batas Arah ke Kijang Tak Terawat

Seharusnya, lanjut wanita berhijab ini, penambang pompong harusnya membagikan life jacket kepada penumpang. Jadi, disaat pompong ingin berangkat dari Pelabuhan Tanjungpinang menuju ke Pulau Penyengat, penumpang sudah memakai life jacket. ”Ini tidak. Kami baru sadar, life jacket ada di atas kepala kami,” ucap dia.

Ia sarankan, penambang pompong membagikan life jacket disaat penumpang masih berada di atas Pelabuhan Tanjungpinang. Jadi, penumpang yang hendak menyeberang ke Pulau Penyengat sudah mengenakan life jacket tersebut.

”Saya rasa penumpang maulah pakai life jacket. Karena ini kita bicara keselamatan,” sebut dia.

Ditambahkan Syekh Abu Bakar, salah satu nakhoda pompong tujuan dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat Pergi Pulang (PP), mengatakan, bukan masalah bagi atau tidak dibaginya life jacket kepada para penumpang.

Baca Juga :  Harga Bawang Merah Turun Rp 6 Ribu

Permasalahan sekarang yang dihadapi penumpang adalah kurangnya ketersediaan life jacket berada di pompong. Tidak mungkinkan, kata Syekh Abu Bakar, ia bagikan life jacket kepada penumpang A. Sementara, penumpang B tidak diberikan life jacket.

Nanti, sambung dia penambang pompong disebut tidak adil pulak terhadap bagi life jacket kepada penumpang tersebut. Padahal, tidak ada lagi life jacket alias kekurangan. Kata dia, pemerintah pernah membagikan life jacket kepada penambang pompong. Tapi, pembagian life jacket tidak merata kepada penambang pompong. Ada penambang pompong dapat, dan ada yang tidak dapat.

Baca Juga :  Pelayanan Kependudukan Macet

”Kita diberikan lima life jacket. Sementara, dalam satu kapal ada 15 penumpang. Ya, otomatis kurang life jacket. Masak kita nak bagi itu ke penumpang kita,” tegas dia.

Ia berharap, pemerintah untuk lagi memberikan life jacket gratis buat penambang pompong. Agar kebutuhan di dalam kapal (pompong, red) bisa terpenuhi. ”Sehingga penumpang kita semua ke depannya pakai life jacket selama berlayar. Ini yang kita harapkan,” harap pria (50) tahun ini. (Andri DS/silvia/syamsidah)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here