Kinerja PLN Belum Maksimal

0
691
Teknisi PLN Tanjungpinang sedang memperbaiki jaringan yang rusak.f-suhardi/tanjungpinang pos

Indonesia sudah 73 tahun merdeka pada 17 Agustus mendatang, tapi ternyata masih ada masyarakat yang belum menikmati listrik.

TANJUNGPINANG – Warga Tirto Mulyo, Kecamatan Tanjungpinang Timur belum menikmati listrik secara maksimal. Sejak listrik interkoneksi dari Batam-Pulau Bintan, daya listrik di Tanjungpinang-Bintan berlimpah, mencapai 75 Megawat (MW). Beban puncak 68 MW. Daya masih tersisa banyak. Dulu, kawasan industri Lobam dan wisata Lagoi, mengunakan mesin pembangkit sendiri, kini sudah dialiri listrik PLN. Tapi, warga di dalam kota belum dialirkan listrik secara maksimal.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang terpilih, Rahma mengaku miris bila mendengar masih ada rumah warga yang belum teraliri listrik dengan berbagai alasan atau persoalannya.

Salah satunya, warga di Kampung Tirta Mulyo, sekitar 100 lebih rumah warga belum memiliki meteran sendiri. Bahkan sekarang banyak listriknya dengan sistem curah di putus oleh PLN.

Baca Juga :  Bimbel Quen Bentuk Asosiasi Keluarga Terencana

Mantan anggota DPRD ini berjanji untuk berusaha menyelesaikan dengan mencari solusi terbaik dengan mengkomunikasikan ke pihak PLN Tanjungpinang. Meski demikian, masyarakat di sana dapat menikmati listrik, cuma tidak bebas karena menggunakan meteran curah yang diberikan PLN Tanjungpinang.

Manager Area PLN Tanjungpinang, Fauzan menuturkan, rumah di Kampung Tirto Mulyo belum memiliki meteran karena terbentur aturan. Kawasan tersebut sesuai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) masuk zonasi Hutan Lindung.

Menurutnya, selagi statusnya hutan lindung, maka PLN tidak bisa memasukkan listrik ke setiap rumah. Terkait hal ini, pihak PLN Tanjungpinang hanya memberi kebijakan dengan memberikan meteran curah dengan daya yang besar.

Baca Juga :  Hari Santri, NU Tanjungpinang Bangun Gedung Graha Nahdlatul Ulama

Dari meteran tersebut, masyarakat menyambung jaringan listrik ke rumah masing-masing. Setiap bulannya warga membayar beban listrik sesuai dengan pemakaian. ”Saya tidak tahu persis proses iuran masyarakat, tapi setiap bulan biasanya lancar membayar,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (22/7).

Ia menuturkan, hanya saja 10 hari terakhir ini, beberapa rumah di putus pemasangan listrik karena hasil survei tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PLN Tanjungpinang, ada yang melakukan kecurangan. Akibatnya, sesuai ketentuan harus membayar denda jika tidak listrik akan di putus.

”Nilai pastinya saya tidak ingat, tetapi mungkin kisaran Rp100 jutaan. Mereka sudah sepakat akan membayar, apakah menyicil atau langsung pembahasannya di rayon,” ungkapnya.

Baca Juga :  Latih 100 Anak Muda Kembangkan Usaha

Ia menuturkan, jika tidak dibayar, listrik di satu kampung bisa di padamkan. Hanya saja saat ini, atas kesepakatan dan komunikasi hanya untuk 10 rumah yang ketahuan melakukan kecurangan.

Menurut Fauzan jika ada masyarakat yang belum dialiri listrik, bisa segera melapor. Pihaknya bisa memasangkan jaringan karena daya tersedia. ”Sekarang tidak ada yang ditahan-tahan, bahkan dimana saja bisa dialiri listrik karena tiang dan daya tersedia,” paparnya.

Hanya saja sebelum mengajukan dua hal harus diperhatikan lahan tersebut tidak bersengketa maupun tidak melanggar aturan pemerintah daerah maupun pusat. (DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here