Kini Parkir Sistem Serong

0
632
juru parkir sedang menata kendaraan roda dua di Jalan Kota Lama tepatnya di Pasar Baru Tanjungpinang. f-dok/tanjungpinang pos

Kawasan Kota Lama Mesti Ramai Lagi

Lain Walikota lain kebijakan. Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali mengubah sistem parkir kendaraan di kawasan bisnis Kota Lama. Dari sistem pararel kini kembali ke sistem serong 35-40 derajat.

TANJUNGPINANG – Teguh Susanto, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Jalan Dishub Kota Tanjungpinang mengatakan sistem pararel kemarin diterapkan dengan harapan mampu nenampung lebih banyak kendaraan yang parkir. Semula menerapkan sistem paralel alasannya agar jalan lalu lintas kendaraan lebih lebar di sepanjang jalan tersebut. Namun, dalam pelaksanaanya, dikeluhkan para pedagang.

Sejak diterapkan sistem parkir pararel, pengunjung pasar sangat sedikit yang datang berbelanja. Ini karena susahnya lokasi parkir dan ruas parkir hanya cukup untuk kendaraan pedagang saja. Dampaknya, omzet para pedagang setiap hari terus turun.

”Sistem parkir serong ini salah satu janji Pak Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul saat pilkada kemarin,” kata Teguh Susanto kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (25/7).

Hasil dari evaluasi dan peninjauan langsung di lapangan, kata dia ada enam titik lokasi berada di Kota Lama untuk diubah dari parkir paralel menjadi parkir serong. Mulai dari Jalan Pos, Jalan Gambir, Jalan Merdeka, Jalan Teuku Umar dan sekitarnya.

Pertimbangan lainnya, mobilitas kendaraan parkir serong lebih mudah dan lebih cepat dari pada parkir paralel. Baik itu pemilik kendaraan ingin parkirkan mobilnya. Atau, pemilik mobil ingin keluar dari tempat parkir tersebut.

Tapi tidak semua jalan akan buat parkir serong. Seperti Jalan Pasar Ikan.

Alasannya, ruas Jalan Pasar Ikan kecil. Kalau dibuat dan diterapkan parkir serong akan mengganggu dan menghambat arus lalulintas di Jalan Pasar Ikan.

”Tahun ini kita terapkan parkir serong di kawasan Kota Lama,” sebut dia.

Kemudian, dengan sistem serong, diharapkan kunjungan masyarakat ke kawasan Kota Lama meningkat. Dampaknya, retribusi parkir juga diharapkan meningkat. (ANDRI DS – ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here