KKG-PAI Gelar Lomba Dai Cilik

0
471
FOTO BERSAMA: Bupati Natuna Hamid Rizal foto bersama dengan peserta lomba usai membuka lomba dai cilik dan hafalan surat pendek, Selasa (19/9). F-ISTIMEWA

NATUNA – Upaya menciptakan generasi muda yang faham akan Alquran, sejumlah murid SD ikuti Lomba Dai Cilik dan Hafalan Surat Pendek di Gedung Sri Serindit, Selasa (19/9). Kegiatan itu diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG-PAI) Kabupaten Natuna.

Bupati Natuna Hamid Rizal dalam sambutannya menuturkan, keinginan orangtua menjadikan anaknya untuk bisa hafal Alquran sudah menjadi keharusan. Terlebih lagi, para guru agama harus bekerja keras mendidik anak-anak agar menjadi manusia berakhlakul karimah.

”Dengan adanya kegiatan ini, ia berharap KKG-PAI dapat membentuk generasi muda yang bisa menghafal ayat suci Alquran dan menjadi dai cilik. Selain itu, bisa membawa nama baik Natuna, yang kental dengan adat Melayunya,” kata Hamid Rizal, saat membuka acara lomba dai cilik tingkat SD se-Kabupaten Natuna.

Hal itu menjadi penting karena kondisi saat ini dihadapkan dengan dilema sosial yang dapat mempengaruhi mental dan kerusakan moral. Menurutnya, hal itu diakibatkan lajunya pembangunan terutama di bidang Informasi dan teknologi yang telah merambah ke anak-anak.

”Kita lihat anak-anak saat ini sudah megang hape. Jadi sangat berbahaya, dan tidak bisa dihindari karena teknologi menggunakan satelit,” papar Hamid.

Untuk itu, tanggungjawab guru agama terbilang sangat berat terutama sekali dalam mendidik anak-anak agar memiliki moral dan akhlak yang baik. ”Kita siap membantu kegiatan-kegiatan agama yang mulia ini. Kita berharap kepada Kepsek agar mendukung dan membantu dalam rangka membentengi anak kita menuju kepada akhlak mulia,” ungkapnya.

Sementara ketua panitia kegiatan Solihin mengatakan, lomba ini diikuti oleh 28 peserta tingkat SD se-Kabupaten Natuna. Dengan rincian, 28 lomba dai cilik dan 28 lomba hafalan surat pendek. ”Kami selaku panitia, mencoba menggali dan melestarikan nilai bangsa dan agama. Dalam rangka ikut serta untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Solihin.

Ia menyebutkan, kegiatan ini ditujukan untuk membantu mewujudkan kompetensi siswa pada setiap sekolah di beranda NKRI ini. Sesuai dengan standar kompetensi, karena pada setiap diri anak terdapat bakat perlu dikembangkan.

”Maka melalui tema mari kita sambut bulan hijriyah, dengan berhijrah dari kegelapan menuju cahaya Islami. Dari kekufuran menuju keimanan, dan membawa generasi penerus bangsa menjadi manusia-manusia yang berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur,” kata Solihin. (hrd)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here