KKN, Mahasiswa dan Warga Buka Jalan

0
283
MAHASISWA Stisipol Raja Haji ketika berupaya melakukan perbaikan sarana air bersih yang macet ke pemukiman masyarakat di Teluk Kaut, Anambas. f-istimewa
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Anambas, turut membantu masyarakat membersihkan sarana pipa air bersih dan membersihkan sarana jalan.

ANAMBAS – MEREKA membantu masyarakat membenahi sarana pipa air bersih di Desa Batu Berapit, Anambas.

Wakil Ketua Kelompok KKN Stisipol Raja Haji di Desa Batu Berapit Muhammad Mahazir mengatakan, kelompoknya pekan lalu bersama warga Teluk Kaut membersihkan saluran pipa air yang macet.

Tak hanya itu, kelompoknya juga melihat beberapa persoalan yang di desa tersebut seperti minimnya sarana dan prasarana serta infrastruktur.

”Kami dan warga juga bersama-sama bergotong-royong melakukan pembukaan jalan yang bisa terhubung dari Teluk Kaut ke Pulau Langan,” ungkap Mahazir.

Harapan besar warga di sana, jalan bisa menghubungkan perekonomian. Selain itu, juga tersedia layanan listrik yang juga belum ada.

”Air dan sarana jalan sangat penting. Sehingga, anak-anak sekolah Pulau Langan bisa pergi melalui jalan tersebut tanpa ada hambatan cuaca buruk,” harap Mahazir.

Masyarakat di Desa Batu Berapit dan Dusun Teluk Kaut mengandalkan air bersih dari mata air asri yang ada di daerah tersebut.

Kondisi penyaluran air di Teluk Kaut, beberapa kali sering tidak lancar. Untuk itu, mahasiswa-mahasiswi Stisipol Raja Haji yang melaksanakan KKN perlu bersama-sama mencari solusi dengan masyarakat setempat agar air terus mengalir dengan lancar setiap harinya. Mahazir juga menambahkan, belum lagi persoalan air di Pulau Langan.

”Warga Pulau Lengan juga mengeluhkan, betapa sulitnya untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Ditambah dengan tidak adanya infrastruktur yang memadai, yang menghubungkan ke Teluk Kaut,” terangnya.

Bahkan, anak-anak dari Pulau Langan yang sekolah ke Letung atau Batu Berapit nyeberang gunakan jokong. Diketahui, pernah mengalami karam saat menyeberang. Untuk itu, ia menilai persoalan infrastruktur dan sarana air bersih masih perlu pembenahan oleh Pemerintah Kabupaten Anambas ke depannya.

Untuk mendukung itu, Mahazir dan kawan-kawan pun membersihkan sarana jalan yang menghubungkan Pulau Langan agar bisa dilalui.

Sebelumnya, Mahazir dan anggota kelompoknya juga telah melaksanakan pertemuan untuk memperkenalkan diri kepadmasyarakat di sana.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here