KM Inka Mina Bikin Nelayan Bangkrut

0
1111
KAPAL: Sebuah kapal KM Inka Mina milik nalayan tidak dioperasikan karena tingginya biaya operasional dan diparkirkan di pelabuhan. F-HARDIANSYAH/tanjungpinang pos

NATUNA – Sejumlah nelayan di Natuna enggan menggunakan KM Inka Mina yang merupakan bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.

Nelayan menyebutkan, kapal tersebut dinilai tidak efektif untuk operasional nelayan dan berujung memberatkan biaya operasional nelayan.

Ketua kelompok nelayan Pring Kelurahan Bandarsyah Pring Andri mengatakan, kapasitas kapal sudah sangat besar dan cocok untuk nelayan Natuna. Namun, kelengkapan dan kondisi kapal tersebut sangat tidak mendukung bagi sekelas nelayan Natuna.

Ia bersama nelayan lain mengaku senang saat kapal bantuan tersebut dibagikan kepada nelayan.

Baca Juga :  UNESCO Teliti Geopark Natuna

”Setelah dipakai selama 6 bulan melaut, nelayan tradisional merasa tidak mampu karena biaya operasionalnya terlalu tinggi,” kata Andri di Pasar Ikan Pring, Minggu (16/4).

Ia mengungkapkan, beberapa faktor penyebabnya seperti mesin kapal yang boros bahan bakar.

Selain boros, ia mengatakan kapal dinyatakan tidak efektif untuk mencari ikan dalam batas waktu yang agak lama.

Pasalnya, Palka (penampung es) di kapal terlalu tipis, sehingga persediaan es tidak bisa bertahan lama.

”Tentunya persoalan Palka itu, berdampak pada kerusakan ikan hasil tangkapan dan nelayan tidak bisa berlama-lama di laut,” jelanya.

Baca Juga :  PAD Sulit Dicapai, Wewenang Jadi Alasan

Menurutnya, dari sisi karakteristik kapal dinilai tidak tepat untuk sekelas nelayan tradisional Natuna.

Karena nelayan tradisional Natuna, hanya baru bisa menguasai teknis memancing dan memasang bubu saja.

”Ini yang di maksud kapal tidak sesuai spek dan tidak sesuai sasaran kebutuhan, yang seharusnya dikaji sebelum memberikan bantuan,” sebutnya.

Saat ini, kapal bantuan tersebut diistirahatkan di beberapa pelantar saja selama beberapa berbulan-bulan. Karena nelayan menderita kerugian jika memakai kapal itu,” terangnya.

”Asal menurunkan bantuan. Akibatnya bantuan itu jadi sia-sia. Tapi semoga saja ada solusi,” tutupnya. (cr25)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here