Kompetensi Kewirausahakan Kepsek Jadi Amunisi Dunia Pendidikan

0
1795
TOTOK HARYANTO, SE,MM

Oleh : TOTOK HARYANTO, SE,MM
Pengurus DKM Al Amin Tanjungpinang Bidang Pendidikan dan Dakwah

Sekolah lanjutan atas menjadi tumpuan utama pada tataran pendidikan tinggi khususnya bangku SMA/ SMK/MA sebagai dasar untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Maka sudah selayaknya Kepala Sekolah dituntut untuk terus melakukan inovasi, kreatifitas, dan improvisasi. Untuk menyiapkan lulusan yang memenuhi standar kompetensi sehingga pada saat memasuki dunia perkuliahan, peserta didik cepat untuk menyesuaikan diri pada proses pembelajaran. Oleh karena itu kegiatan pendidikan tidak boleh diabaikan begitu saja, terutama dalam memasuki era persaingan yang semakin ketat, tajam, berat pada abad milenium ini (Veithzal Rivai dan Sylviana Murni, 2010, p.1).

Kepala Sekolah yang kurang memiliki kompetensi didasarkan pada standar kompetensi Kepala Sekolah atau kemampuan yang harus dimiliki, belum tentu mampu menjalankan tugasnya sebagai manajer satuan pendidikan yang akan mengakibatkan kepemimpinannya tidak profesional. Sekolah bukan manajer sebuah unit produksi yang menghasilkan barang mati, melainkan memimpin pendidikan yang bertanggung jawab penuh untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas baik life skill maupun soft skill. Secara ilmu pengetahuan dan moral, mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta mampu meningkatkan kinerja guru. Utamanya mereka harus mampu memimpin sekolah, dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah secara optimal.

Setiap manajer satuan pendidikan harus memiliki tanggung jawab penuh terhadap seluruh aspek operasional penyelenggaraan sekolah. Setidaknya penting memahami fungsi ilmu manajemen mulai dari menyusun perencanaan strategis, mengatur struktur organisasi secara efektif, melaksanakan setiap rumusan program secara efisien, dan melakukan fungsi pengawasan serta evaluasi dari setiap capaian kinerja semua unsur organisasi yang dipimpinnya. Untuk menjalankan semua tugasnya tersebut, seorang kepala sekolah wajib memiliki kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial (Permendiknas nomor 13 tahun 2007).

Baca Juga :  Menyambut Indahnya Bulan Suci Ramadan

Kepala Sekolah merupakan salah satu komponen yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan (E. Mulyasa, 2007, p.24). Membentuk sekolah yang efektif memerlukan proses dan waktu, serta kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang leader/ pimpinan sekolah. Sekolah yang efektif merupakan lembaga yang tertata dengan rapi berdasarkan konsep manajemen yang baik. Penanganan manajemen yang baik itu misalnya : manajemen sekolah, manajemen personal, manajemen kesiswaan, manajemen sumber daya manusia, manajemen kurikulum, manajemen humas, manajemen sarana prasarana pendidikan, manajemen pendanaan, manajemen evaluasi pembelajaran, manajemen supervisi, manajemen kewirausahaan kepala sekolah dan pengelolaan hal-hal yang mendukung proses pembelajaran di sekolah tersebut.

Mengutip paparan/ kata sambutan yang disampaikan oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Drs. H. Arifin Nasir, M.Si mengenai potret dunia pendidikan di Provinsi ini. Pada moment acara pembukaan “Bazar Kewirausahaan dan Smansa Fair” yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Tanjungpinang pada hari rabu, 3 Januari 2018. Beliau mempresentasikan bahwa mutu pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau salah satu kata kuncinya adalah terletak pada kualitasguru/ pendidik.

Baca Juga :  Adab di Era Milenial

Maka sejak sekitar tahun 2008, beliau telah memiliki program yang sangat strategis yaitu dengan cara meningkatkan kualitas para guru/ pendidik melalui program beasiswa ke pulau jawa. “Seluruh peserta beasiswa tersebut, setelah lulus akan kembali ke Provinsi Kepri menjadi kepala sekolah dan mampu mendedikasikan kompetensinya pada bidang keahlian masing-masing”, harapan beliau.

Memang pada realitanya strata pendidikan sangat menentukan kualitas pendidik dalam menstransfer ilmu pengetahuan kepada para peserta didiknya. Pada sisi lain dengan jumlah stock pendidik yang berkualitas, harus mampu direspon dengan baik oleh pihak kepala sekolah agar sistem job description berjalan dengan baik.

Faktor kedekatan emosional secara personal antara bawahan dengan atasan jangan hanya sebagai satu-satunya menempatkan seorang guru pada suatu jabatan strategis. Namun tentunya perlu dipertimbangkan juga kapasitas kompetensi yang didasarkan pada profil linieritas pendidikan formalnya (the right man on the right place). Hal ini diharapkan tidak terjadi pada satuan pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau. Jika di lapangan mungkin masih ada yang terjadi, tentunya perlu disikapi secara bijak dan profesional sehingga tidak akan menjadi masalah baru bagi organisasi. Pemilihan orang yang tepat dalam suatu bidang pekerjaan akan mampu menjadi amunisi dalam pembangunan dunia pendidikan di daerah ini.

Masyarakat Provinsi Kepulauan Riau sebagai pengguna jasa pendidikan selalu berharap memperoleh mutu pendidikan yang tinggi. Agar pelayanan pendidikan yang berkualitas bisa dinikmati oleh para generasi muda Kepri.

Baca Juga :  Aplikator Degil, Kemenhub Tergagap dan Kemenkominfo Tak Peduli

Mereka pada dasarnya terus berharap akan bermunculan sekolah-sekolah unggulan yang menghasilkan para lulusan yang berkualitas sehingga mampu bersaing pada pasar kerja domestik maupun global. Namun yang menjadi kekawatiran mereka juga seringkali muncul, jika sekolah unggulan/ favorit tidak dikelola dengan baik oleh seorang kepala sekolah yang kompeten dan profesional, maka sekolah tersebut akan hanya menjadi sekolah senior saja, namun pelan dan pasti akan mengalami titik kulminasi/ penurunan kualitasnya.

Pada sisi lain masyarakat tentunya wajib berbangga, khususnya untuk SMAN 1, SMAN 2, dan SMAN 3 Tanjungpinang sudah dinahkodahi oleh kepala sekolah dengan strata pendidikan S3/ doktor. Penulis selaku Pengurus DKM Al Amin batu 11 Kota Tanjungpinang sekaligus warga masyarakat Provinsi Kepulauan Riau juga memiliki harapan yang sama seperti halnya masyarakat luas.

Dengan kualitas pendidikan yang baik pastinya akan mampu memberikan kontribusi positif terhadap percepatan pembangunan di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau ini. Lebih lagi jika peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan formal tersebut dibarengi dengan kualitas keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here