KONI: Tak Benar Pencak Silat Tak Dibantu

0
868
AKRAB: Ketua IPSI Tanjungpinang Sunaryo (tiga dari kiri) bersama Adnan (tiga dari kanan) bersama dengan pengurus IPSI dan KONI Tanjungpinang. F-YOAN/TANJUNGPINANG POS

Kejuaraan Pencak Silat SIJORI Cup 2017 

Tanjungpinang – Pesilat Kota Tanjungpinang tak bisa bersaing dari negara tetangga Singapura di kejuaran pencak silat antar negara Singapura, Johor dan Riau (SIJORI)) Cup X yang diselenggarakan di Tanjungpinang, 5-10 April 2017 di TCC Tanjungpinang, lalu.

Juara umum SIJORI Cup yakni Singapura dengan meraih raih 15 emas, kedua tim Kepri 5 emas, tim Pekanbaru 2 emas dan tim Tanjungpinang A raih 1 emas, 1 perak dan 6 perunggu dan tim Tanjungpinang B hanya 5perunggu.

Ketua KONI Kota Tanjungpinang, H Adnan membantah, selama tim pencak silat Kota Tanjungpinang turun di SIJORI Cup X, Pemko dan KONI Tanjungpinang tidak ada perhatian.

”Tak benar itu. Kita bantu kok tim IPSI Kota Tanjungpinang, baik mempersiapkan atlet hingga berlaga di SIJORI di TCC Tanjungpinang,” kata Adnan, kemarin.

Baca Juga :  Wisman Singapura Terbanyak

Menurut Adnan, bantuan yang diberikan KONI, yakni sebelum digelar kejuaraan SIJORI, saat IPSI melakukan seleksi atlet menuju SIJORI Cup, KONI membantu Rp 5 juta dan Dinas Pemuda dan Olahraga juga menyediakan Rp 2,5 juta, untuk hadiah dan medali. Saat training center (TC), KONI kembali membantu Rp 2 juta.

”Setiap hari kita bantu membelikan makanan nasi bungkus 80 bungkus per hari selama tiga hari ditambah 6 dus minuman mineral. Heran juga kenapa kita (KONI, red) dan pemerintah dianggap tidak membantu,” kata Adnan.

Ia akui pengurus IPSI mengajukan proposal mencapai lebih dari seratus juta untuk kejuaraan SIJORI.

Baca Juga :  Distamben Tak Tegas, Mahasiswa Demo

”Saya tanya langsung kepada Ketua IPSI Kota Tanjungpinang. Kira-kira makan untuk atlet berapa kali sehari. Kata mereka, dua kali sehari, makanya kami sediakan makanan dua kali sehari, pagi 40 bungkus dan sore 40 bungkus lagi,” tegasnya.

Ia juga minta kepada atlet IPSI Kota Tanjungpinang, agar terus latihan. Sebab, Tanjungpinang sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi Kepri (Porprov) 2018, ingin jadi tuan yang terbaik.

”Kekuatan prestasi atlet pencak silat di Kepri merata,” tegasnya.

Mantan ketua IPSI Kota Tanjungpinang, Nazirwan memaparkan bahwa memang selama ini KONI tidak bisa berbuat banyak lantaran anggaran yang minim dan sangat terbatas. Bahkan dia juga mengaku, beberapa kali kucuran anggaran enggan mendarat di kas KONI.

Baca Juga :  Raja Ariza Wakili Walikota Se-Asia Pasific

”Artinya bukan kami tidak peduli, tapi ya itu tadi semuanya terbatas,” ucapnya singkat.

Sementara Sunaryo, Ketua IPSI Tanjungpinang bisa menerima dan memaklumkan atas kabar tersebut, namun Sunaryo menekankan selagi hal tersebut tidak dicari titik terang maka kecil kemungkinan bintang olahraga Tanjungpinang bisa bersinar di kancah pertandingan.

”Tak usah jauh-jauh, SIJORI X tahun ini saja Tanjungpinang hanya dapat 1 emas, itupun dari cabang lomba seni tunggal Putri, sisanya diboyong Singapura yang keluar sebagai juara umum,” tegasnya.(YOAN-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here