KONI Tanjungpinang Nilai PB Porprov Tak Propesional

0
837
Salah satu atlet Hapkido menunjukan kebolehannya diajang Porprov Kepri yang dilaksanakan TTC Tanjungpinang, baru baru ini.

TANJUNGPINANG – Ketua KONI Tanjungpinang, Adnan menuding Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV 2018 Kepri tidak profesional. Melanggar aturan pertandingan dalam ajang multi event tersebut.

Ia menuturkan, ada cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan hanya diikuti tiga kontingen kabupaten/kota. Menurutnya, sesuai ketentuan umum peraturan PB Porprov kemarin, cabor yang bisa dipertandingkan minimal diikuti empat kabupaten/kota di Kepri. Kenyataan, ada beberapa cabang olahraga (cabor) hanya diikuti tiga daerah saja. “Salah satunya cabor judo, hanya diikuti tiga daerah saja, yakni Batam, Lingga dan Karimun,” ujarnya kemarin.

Ia juga membantah pernyataan Yakop, dari Batam, bahwa PB Porprov tidak netral yang ingin mendukung tuan rumah bisa juara umum. “Saya membantah pernyataan Pak Yakop, justru PB yang menzolimi kami,” ucapnya.

Baca Juga :  f-suhardi/tanjungpinan pos

Ia mencotohkan, Cabor Hapkido atlet Tanjungpinang meraih enam emas, tapi medali itu tidak dimasukkan ke dalam peringkat perolehan.
Padahal, Adnan menuturkan, saat rapat terakhir Cabor Hapkido di pertandingan resmi, bukan sekedar eksebisi.

Ditegaskan Adnan bahwa Yakop harus mengklarifikasi, penyataan terkait PB yang berusaha memenangkan tuan rumah sebagai juara umum.
“Kalau Pak Yakup bilang PB Proprov tidak netral, kami sependapat. Bila PB dinilai memenangkan tuan rumah, harus memberikan bukti-bukti karena ini nama baik daerah,” kata Adnan.

Adnan meminta agar PB bekerja sesuai aturan yang sudah dibuat dan jangan dilanggar sendiri.

Ia menuturkan, terkait Cabor Judo tidak ikut dipertandingkan alasan utamanya sudah jelas. Sesuai atutan saat rapat bersama seluruh kontingen, pengurus KONI Kepri sepakat mengatakan suatu cabor dipertandingankan minimal diikuti atlet dari empat kabupaten/kota.

Baca Juga :  Besok, Pengembalian Pemain ke Klub

Yakop dalam suatu keterangan di media massa menuturkan, PB Porprov selain melanggar persyaratan pertandingan, juga dinilai mempertandingkan cabor baru yang menguntungkan Kota Tanjungpinang. Diantaranya, Cabor Woodball dan Hapkido.

“Dua cabor itu kami awasi terus, kalau tidak itu bisa dihitung juga medalinya. Beruntung eksebisi,” ungkapnya.

Yakop menjelaskan, seharusnya PB Porprov mempertandingkan cabang olahraga yang sudah jelas ada di Kepri, seperti panahan, layar, selam, wushu, dan dansa. “Cabor-cabor ini harusnta dipertandingkan di olimpiade, kenapa harus cabor baru yang dipertandingkan,” kata Yakop.

Meskipun demikian, Ia akan terus mengawasi kinerja dari PB Porprov maupun tim keabsahan. Pasalnya, para kontingen mencurigai adanya permainan dari kontingen tuan rumah Tanjungpinang. “Porprov ini merupakan prestasi berjenjang bagi atlet, kenapa harus dipermainkan peraturan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  50 Klub Daftar di Jurnalis Cup 2017

Yakop memjelaskan, ia juga mendengar isu perpindahan atlet dari Batam menuju daerah lain, dan bahkan ada juga atlet yang didatangkan Tanjungpinang dari Jawa Barat. “Kalau atlet kita pindah ke daerah lain itu harus ada rekomendasi dari KONI asal atlet, tidak sembarangan pindah begitu saja,” ungkap Yakop.

Lanjutnya, untuk atlet yang sengaja didatangkan tim tuan rumah Tanjungpinang dari provinsi lain, seharus PB Porprov tidak memperbolehkan atlet tersebut ikut serta.

“Intinya ini ada campur tangan PB Porprov untuk memenangkan Tanjungpinang meraih medali sebanyak-banyak agar menjadi juara umum,” katanya.(bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here