Kontrak ATB Tinggal Tiga Tahun Lagi

0
799
Pertemuan: Purba Robert M Sianipar saat menggelar pertemuan dengan ATB dan warga beberapa waktu lalu. f-istimewahumas bp batam

2020, BP Lelang Pengelolaan Air Bersih

BATAM – PT Adya Tirta Batam (ATB) yang selama ini mengelola dan mendistribusikan air bersih untuk warga Batam kontraknya bakal habis 2020 mendatang.

Bahkan, Badan Pengusahaan (BP) Batam yang selama ini mengeluarkan izin untuk ATB menyebut kontrak PT ATB itu akan dilelang secara terbuka setelah kontrak dengan PT ATB brakhir.

Bahkan, Waduk Tembesi yang sudah selesai sejak beberapa tahun lalu, pembuatan WTP-nya (Water Treatment Plant) tdiak diserahkan ke PT ATB namun akan dibagun oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Hal itu ditegaskan oleh Deputi bidang Pengusahaan Sarana lainnya, BP Batam, P Robert M Sianipar, Senin (8/5) di Batam. Menurutnya, jika ATB ingin mengelola air di Batam lagi maka harus mengikuti lelang dan bersaing dengan peserta lelang lainnya.

Baca Juga :  PR PLN Batam Raih Bronze Winner dalam Ajang PRIA

“Setelah kontrak ATB berakhir tahun 2020 tidak bisa melalui perpanjangan saja. Akan dilelang ulang,” tegas Robert.

Dengan demikian, untuk WTP Tembesi, pembangunan akan dilakukan BP Batam dengan melakukan lelang pembangunan. Lelang akan dilakukan tahun depan, 2018 mendatang.

”Waduk Tembesi, tidak ada kaitan dengan ATB. Nanti akan dilelang. Prosesnya akan kita mulai awal tahun 2018,” bebernya.

Terkait dengan Dam Tembesi ini, Robert mengatakan, saat ini masih dalam proses flushing. Flushing itu, menurut Robert merupakan upaya sebelum dimanfaatkan. Diterangkannya lebih jauh, dengan flushing ini air laut yang terperangkap di waduk Tembesi akan dikeluarkan.

Baca Juga :  Pemko Berangkatkan 50 Tokoh Umrah

”Flushing dilakukan bila air hujan di waduk sudah melimpah melewati spillway. Sehingga tekanan air tawar yang berada di atas air laut akan mendorong air laut keluar melalui outlet,” bebernya.

Kata Robert, saat ini, air hujan di waduk sudah melewati spillway. Hanya saja, pintu airnya belum dapat dibuka untuk flushing karena outlet yang ada masih perlu perbaikan.

”Saat ini kami sedang melelang desain perbaikan outlet, dengan memperhatikan kondisi tanah yang ada,” imbuhnya.

Dari hasil kerja konsultan, dokumen tender untuk perbaikan oulet, pekerjaan konsultannya akan selesai tahun 2017 ini. Di akhir 2017 dan tahun 2018, baru akan dibangun outlet hasil koreksi.

Baca Juga :  Rudi Ajak Peduli Lingkungan

”Flushing air laut keluar dari waduk Tembesi diharapkan selesai di tahun 2018,” sambung Robert.

Selanjutnya, air waduk yang telah jadi tawar bisa untuk air minum. Sehingga sebelum dimanfaatkan, maka WTP akan dibangun.

”Untuk waduk Tembesi akan dibangun oleh BP Batam dengan skema kerjasama pemerintah dan Badan Usaha (SKPBU),” ujarnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here