Krisis Air Meluas, Mandi Pun Susah

0
537
PIHAK Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membagikan air bersih kepada warga yang mengalami krisis air di Senggarang.f-istimewa

Kemarau Panjang, Sumur Banyak Kering

Krisis air makin meluas. Kemarau panjang membuat sumur-sumur warga kering. Untuk mendapatkan air mau mandi pun sangat sulit.

TANJUNGPINANG – KONDISI ini makin parah karena air baku di Waduk Gesek sudah habis. Waduk ini sudah 16 hari tidak berproduksi lagi. Warga yang sumurnya masih ada air harus berbagi ke tetangga meski airnya sedikit.

Pesanan air tanki makin banyak. Namun, pemilik usaha air tanki sendiri tidak bisa melayani pesanan itu karena tidak tahu mengambil air darimana.

Seperti dikatakan Siahaan, salah satu pemilik usaha tanki air di Tanjungpinang. Sumurnya yang selama ini digunakan sebagai sumber air, kini sudah kering.

Harusnya ini kesempatan dapat untung karena banyak pesanan. Tapi, air yang mau dijual tidak ada. Dirinya sudah membuat dua sumur, namun dua-duanya juga kering.

Ia juga mengatakan, tetangganya beberapa kali meminta air dari sumurnya agar bisa mandi. Sumur di rumahnya sendiri sudah mulai mengering. Airnya masih ada, namun tidak bisa dipompa setiap saat. Butuh waktu berjam-jam agar airnya bisa dipompa lagi.

Di Perumahan Bintan Permai Ganet, sebagian warga sudah kekeringan sumurnya. Sehingga harus meminta air dari tetangganya.

Senin (25/3) kemarin, seorang ibu-ibu nampak mengangkat air dari rumah tetangganya di perumahan itu. Harus capek. Namun, itu harus dilakukan karena butuh air.

Baca Juga :  Justru Tak Masuk Destinasi Unggulan Wisata Nasional

Yendi, warga Hang Lekir mengatakan, sejak musim kemarau ini air dari PDAM Tirta Kepri sangat terbatas. Air tidak mengalir deras. Agar stok air mencukupi, maka dirinya harus menunggu air malam hari.

Air yang mengalir di pipa hanya menetes di rumahnya. Karena itu, saat malam tiba dan penggunaan air sedikit, itulah kesempatannya untuk menampung air. Kadang, ia harus menampung air hingga dinihari.

Anggota dewan pun banjir pengaduan yang meminta bantuan air dari masyarakat. Tetap saja tak bisa dilayani semua karena permintaan itu makin banyak setiap hari.

Wahyu, Kabag Teknis PDAM Tirta Kepri mengatakan, saat ini pihaknya sudah dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemko Tanjungpinang, BPBD Pemprov Kepri untuk menyalurkan air ke rumah-rumah penduduk.

”Airnya kita ambil dari IPA (Instalasi Pengelolaan Air) Sei Pulai. Ada beberapa lori yang sekarang menyalurkan air,” ujarnya seraya mengatakan lori PDAM sendiri ada tiga unit yang bekerja setiap hari dengan kapasitas 4.000 liter per unit.

Wahyu juga berharap ada instansi lain yang turun membantu warga yang mengalami krisis air saat ini. Kemampuan mereka terbatas. Lori yang ada juga terbatas, sehingga tak semua permintaan bisa dilayani.

Baca Juga :  Tanpa KTP-el, Tetap Bisa Bikin SIM

Kondisi air di Waduk Sei Pulau sendiri saat ini sekitar 2 meter hingga 2,1 meter. Stok air ini menyusut setiap hari akibat kemarau dan juga produksi air yang terus berjalan.

Kapasitas air di Waduk Sei Pulai makin cepat habis lantaran pelanggan yang selama ini dilayani dari Waduk Gesek kini sebagian besar dialihkan ke Waduk Sei Pulai.

Penyusutan air di Waduk Sei Pulai pun makin cepat. Jika hujan tidak turun dalam dua pekan, maka penjadwalan air akan lebih lama. Meski demikian, kondisi tahun ini tidak lebih parah dibandingkan tahun 2014 silam.

Saat itu, posisi air di Waduk Sei Pulai sudah minus 26 Cm. Saat ini, kondisi air Sei Pulai masih bertahan untuk beberapa pekan. Penyusutan air di waduk ini 5-7 Cm sehari.

Wahyu menjelaskan, saat ini PDAM hanya bisa mendistribusikan air ke pemukiman penduduk yang kekeringan melalui mobil tanki. Waduk Gesek sama sekali tidak bisa berproduksi lagi.

Stok air yang ada di waduk tidak mengalir lagi ke kanal. Sehingga pompa tidak bisa memompa air ke IPA untuk diolah menjadi air bersih. Belum diketahui sampai kapan kemarau ini terjadi. Artinya, potensi kekeringan air masih memungkinkan berkepanjangan.

Baca Juga :  Jaga Kebocoran Lego Jangkar

Kondisi air kering, sumur kering, Waduk Gesek tak beroperasi menjadi perbincangan masyarakat saat ini. Kondisi yang berulang-ulang terjadi ini harusnya tidak dialami masyarakat jika pemerintah menambah waduk penampungan air baku.

Tiga pemerintahan di Pulau Bintan ini harusnya bisa mengatasi persoalan tersebut. Padahal, kondisi yang sama sudah pernah terjadi 10 tahun silam. Kini terjadi lagi.

Masyarakat berharap, kejadian yang sama jangan terulang kembali. Perencanaan matang harus dilakukan. Jangan memikirkan proyek fisik, namun kebutuhan utama masyarakat tidak dipikirkan.

Persoalan krisis air ini tak hanya terjadi di Tanjungpinang. Bintan, Natuna juga mengalami hal yang sama. Di Natuna, warga sudah diimbau hemat air. Sebab belum diketahui sampai kapan musim kemarau ini.

Wahyu mengatakan, pihak PDAM Tirta Kepri akan melakukan salat minta hujan di Waduk Gesek, Jumat (29/3) nanti. Ia juga berharap makin banyak warga yang menggelar salat minta hujan ini.

Jika tidak, kemarau akan berkepanjangan, masyarakat pun makin kesulitan mendapatkan air. ”Mudah-mudahan makin banyak yang melakukan salat minta hujan,” harapnya.(MARTUNAS-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here