Kualitas Sinyal di Dompak Ditingkatkan

0
1107
Guntur Sakti

DOMPAK – Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah meminta agar Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pemprov Kepri meningkatkan kualitas sinyal telekomunikasi di Dompak.

Arif melihat sinyal, di Dompak sinyal masih buruk dan kadang hilang. Karena itu, sebagai pusat pemerintahan, sinyal di sana diminta di-recovery.

Kepala Dishubkominfo Pemprov Kepri, Guntur Sakti mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan sejumlah provider telekomunikasi untuk memperbaiki sinyal di Dompak.

”Sekarang sudah bagus. Cobalah. Begitu masuk dari Jembatan I, samping Masjid Agung, sinyal sudah penuh,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, akhir pekan lalu.

Ia mengatakan, sinyal diusahakan penuh terutama di gedung-gedung perkantoran. Sehingga pegawai bisa dengan mudah mengakses internet termasuk berkomunikasi dengan luar.

Baca Juga :  Jangan Tunggu Korban Berikutnya

Ada tiga area yang diprioritaskan sinyalnya kuat. Pertama seluruh gedung pemerintahan dan kawasan pemukiman, jalan-jalan utama pusat aktivitas pegawai dan masyarakat serta area fasilitas publik yang belum dioperasionalkan. Seperti Pelabuhan Dompak.

”Jika masih ada kawasan lemah sinyal di tiga kawasan tersebut, provider siap membantu untuk recovery sinyal dan kami akan memberi bantuan dan fasilitasi jika di perlukan. Sebulan lalu kami telah mengundang provider untuk meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi di Pulau Dompak,” jelasnya.

Di Kepri, kata Guntur, masih banyak daerah yang belum dapat sinyal alias blank spot. Sebagai daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), seharusnya sinyal ada dimana-mana.

Baca Juga :  Kepala Daerah Boleh Dukung Capres dan Cawapres

Namun, lantaran Indosat dan Telkomsel bukan murni saham Indonesia dan Telkom (BUMN), maka pihak provider masih hitung-hitungan untung untuk melayani daerah yang minim pengguna.

Guntur menjelaskan, Kepri itu terdiri dari 96 persen lautan dan 4 persen darat. Sedangkan jumlah pulaunya mencapai 2.408 dan sekitar 300 pulau di antaranya berpenghuni.

Karena itu, banyak pulau di Kepri yang belum ada sinyal. Padahal, di Kepri ini ada 19 pulau yang masuk 3T. Namun, sinyal telekomunikasi masih darurat.

”Negara melalui Nawacita mengingat negara ini melalui telekomunikasi dari pinggiran. Sehingga, semua daerah di Indonesia dilayani sinyal telekomunikasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Harus Bentuk Tim Merebut Labuh Jangkar

Kepri merupakan sabuk dalam bingkai NKRI. Sinyal di Kepri harus menjadi perhatian utama.

Saat ini, katanya, sekitar 80 persen warga Kepri sudah memiliki gadget. Namun, banyak ponsel masyarakat Kepri yang jadi barang antik dan barang bersejarah karena tidak pernah dipakai.

”Handphone dibeli bagus-bagus tapi tak bisa pakai. Buat pajangan aja. Lama-lama jadi barang antik. Ada juga warga kita yang harus tamasya dulu baru dapat sinyal. Pergi naik pompong ke pulau sebarang untuk mencari sinyal,” katanya menyindir. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here