Kunjungi Pulau, Hamid Tak Pakai Pelampung

0
555
BUPATI Natuna Hamid Rizal ketika keluar dari kapal dinas Indra Perkasa tanpa mengenakan alat keselamatan seperti life jacket.F-ISTIMEWA

NATUNA – Di tengah cuaca buruk melanda Natuna, masih kurangnya pemahaman akan pentingnya alat keselamatan seperti baju pelampung (life jacket).

Seharusnya, life jacket dikenakan sebelum kapal berangkat. Banyak disayangkan kejadian tenggelamnya kapal antarpulau yang menjadi akses transportasi masyarakat, karena minimnya pengetahuan pentingnya alat keselamatan.

”Melihat Bupati Natuna bersama rombongan yang berangkat ke Kecamatan Subi dan langsung ke Sedanau sangat memprihatinkan lantaran tidak ada satupun yang mengenakan baju pelampung. Padahal, mendengar dari BMKG bahwa ketinggian gelombang mencapai 4 sampai 6 meter di laut Natuna,” kata Usman, warga Ranai yang menyaksikan keberangkatan Kapal Cepat Indra Perkasa 159 di Pelabuhan Penagi, Minggu (4/2).

Baca Juga :  Tunda Salur ADD Tak Jelas, Kades Ancam Boikot Pileg

Pihaknya menyayangkan, seharusnya para pejabat pemerintah daerah bisa memahami pentingnya alat keselamatan sebelum berangkat. Ini yang menjadi kebiasaan masyarakat, yang harus diubah bahwa setiap baju pelampung sangat penting digunakan dalam setiap perjalanan antarpulau.

”Nampaknya baju pelampung hanya sebagai pajangan di kapal saja, berbeda dengan orang bule atau warga negara asing yang mengutamakan alat keselamatan setiap kali akan bepergian,” keluh Usman.

Sementara, salah satu penumpang kapal yang ikut kapal cepat Indra Perkasa sempat ragu, saat melihat gelombang tinggi mencapai 4 sampai 6 meter tidak ada satupun yang mengenakan baju pelampung. Hal ini yang menjadi kebiasaan buruk masyarakat. (hrd)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here