LAM: Monumen Bahasa Harus Dibangun

0
832
MANGKRAk: Proyek pembangunan Monumen Bahasa saat di Pulau Penyengat tiga tahun silam. F-Dok/TANJUNGPINANGPOS

TANJUNGPINANG – Pekerjaan pembangunan Monumen Bahasa Melayu di Pulau Penyengat diminta dilanjutkan.

Proyek Pembangunan yang diangarkan lewat Dinas Kebudayaan (Disbud) Kepri ini sempat dikerjakan pada 2014 lalu oleh dikerjakan PT Sumber Tenaga Baru (STB). Kontrak proyeknya Rp12,5 miliar yang dilaksanakan pada pertengahan 2014 lalu.

Pada perjalannya, proyek ini mangkrak yang menyebabkan kontraktor di-black list.
Menurut Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri H Abdul Razak, proyek pembangunan Monumen Bahasa Melayu (MBM) di Pulau Penyengat, Tanjungpinang itu harus dilanjutkan.

Baca Juga :  Tak Diperhatikan, Warga Dompak Demo

”Kita minta provinsi melanjutkan proyek momen bahasa yang tertunda tersebut apapun alasanya. Kalau misalnya DED-nya yang bermasalah, buat ulang DED-nya lalu lanjutkan pembangunannya,” tegas H Abdul Razak, Senin (3/4) di Hotel Aston Tanjungpinang.

Menurut Abdul Razak, kalau masalah teknis yang menjadikan alasan Pemprov tidak bisa melanjutkan, proyek monumen bahasa tersebut itu tidak masuk akal.

”Karena proyek itu memiliki nilai sejarah, selain cita-cita mendiang HM Sani. Keberadaan monumen itu nanti, menjadikan Kepri memiliki ikon wisata,” tambah dia.

Ketua Komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara (TJA) juga mendorong, Pemprov Kepri melanjutkan pembangunan proyek monumen bahasa yang masih tertunda. Sesuai cita-cita mendiang HM Sani Gubernur Kepri pada saat beliau masih menjabat pada waktu itu.

Baca Juga :  Disdukcapil Percepat Perekaman KTP-el

”Mungkin kalau tidak bisa teknisnya di Dinas Kebudayaan, ya dilanjutkan Dinas PU. Karena memang Disbud tidak ada orang teknisnya,” tambahnya.

Politisi Golkar dari Dapil Tanjungpinang tersebut, ia siap mengawal proyek lanjutan monumen bahasa tersebut. Agar ada titik terangnya oleh Pemprov Kepri.

”Ya kalau tidak diusulkan, ya tidak akan masuk,” tambahnya

Bahkan soal, apakah terhambat tidak dianggarkan bahkan direncanakan Pemprov Kepri di tahun angaran 2017, monumen bahasa tersebut karena sedang proses penyidikan oleh Kajati Kepri.

”Memang sudah di audit oleh BPKP sudah jelas dan hasil auditnya sudah keluar. Biarkan saja proses penyelidikan di kejaksaan, kita tinggal lanjutkan ke depan,” tegas TJA demikian. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here