Lego Jangkar Tak Bisa Ganggu Pelayaran

0
700
DISKUSI: Gubernur Kepri diskusi dengan Menko Maritim Luhut Panjaitan tentang lego jangkar, kemarin. f-istimewa/humas pemprov kepri

JAKARTA – Menteri Koordinator Maritim Jendral (Purn) Luhut Binsar Panjaitan kembali mengundang Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengadakan rapat membahas lego jangkar di Kepri.

Rapat diadakan, Jumat (5/5) di Kantor Kemenko Maritim di Jakarta dan dipimpin langsung Luhut Panjaitan.

Saat rapat itu, Gubernur H Nurdin Basirun kembali menegaskan agar pusat harus melibatkan Pemprov Kepri dalam pemanfaatan kawasan lego jangkar. Hal ini karena Nurdin ini keselamatan pelayaran tidak terganggu dan areal tangkap nelayan tetap aman.

”Tolong kami dilibatkan. Karena ini terkait areal tangkap nelayan dan keselamatan pelayaran,” kata Gubernur Nurdin saat menghadiri rapat Langkah dan Kebijakan Pengelolaan Kawasan Lego Jangkar di Selat Philips dan Selat Singapura, di Kemenko Maritim dan Sumberdaya, Jakarta, Jumat (5/5).

Rapat ini dipimpin langsung Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan. Dalam pertemuan selama satu jam itu, semua ditegaskan Luhut harus ditata ulang pengelolaannya.

Baca Juga :  Honorer Januari 2005 Diangkat CPNS

”Koordinasi dengan baik. Semua harus dilibatkan. Keterlibatan pemda harus,” kata Luhut.
Luhut ingin pengelolaan selama ini harus diaudit. Hasil audit ini menjadi salah satu dasar untuk meneruskan tata kelola masalah ini.

”Dengarkan juga aspirasi dari pemda karena wilayah daratannya kecil. Revenue-nya harus ada. Jangan ada main main lagi,” tegas Luhut.

Kepada wartawan usai pertemuan, Gubernur Nurdin menyebutkan, potensi sektor maritim memang cukup besar. Pembahasan yang dilakukan masih potensi sektor jasa. Belum lagi sektor pariwisata.

”Ini masih sektor jasa, kapal dan logistik. Sampai saat ini belum diputuskan siapa yang mengelolanya,” kata Nurdin.

Luhut menegaskan, potensi laut Indonesia memang besar. Dalam catatannya, potensi itu hingga angka Rp 20 ribu triliun. Namun, pemanfaatan pengelolaannya belum sampai 10 persennya.  Terhadap pengelolaan labuh jangkar di Kepri, Luhut menegaskan jangan ada instansi yang mengedepankan ego sektoralnya.

Baca Juga :  Mobil Damkar Seruduk Dua Warung di Bintan

”Apapun yang dikerjakan, kerjakan dalam satu tim. Kita harus kompak. Jangan ada satu pun instansi yang mengklaim beres karena dia,” kata mantan Dubes Indonesia di Singapura ini.

Menurut Luhut, hilangkan masalah ego sektoral. Sebagai TNI Luhut percaya betul dengan kerja tim.

Tampak hadir dalam pertemuan itu Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, pihak-pihak terkait dari Kementerian Perhubungan, Kemendagri, KemenPAN RB, pihak TNI dan lainnya. Banyak kemajuan pada pertemuan itu. Dikabarkan, sebelum Ramadan, masalah pengelolaan ini akan tuntas.

Gubernur memang ingin permasalahan labuh jangkar ini segera diselesaikan. Karena itu, usai melakukan Safari Subuh di Masjid Jami’ Baloi Center Batam, dengan penerbangan paing pertama Nurdin ke Jakarta untuk menghadiri pertemuan ini.

Baca Juga :  MTQ Harus Bisa Membumikan Alquran

Usai pertemuan pukul 11.00 WIB, Nurdin langsung kembali ke Jakarta untuk terbang lagi ke Batam pada pukul 14.00. Begitu tiba, Nurdin langsung melakukan peninjauan Gelora Citra Mas.

Hari ini, 757 Kepri Jaya akan berhadapan dengan Persih dalam lanjutan Liga 2. ”Kami ingin jadi tuan rumah yang baik,” kata Nurdin. Malamnya, Nurdin membuka pelaksanaan STQ VII Provinsi Kepri di Dataran Engku Putri, Batam.

”Kepri harus melahirkan qori qoriah terbaik,” kata mantan Bupati Karimun ini. (mas/ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here