Letak Pekajang Tumpah Tindih

0
1047
Juramadi Esram

Terkait Klaim Gubernur Babel

Letak Pulau Pekajang menjadi kontroversi karena tumpang tindih dalam undang-undang (UU). Pulau ini masuk di UU Pembentukan Kabupaten Lingga Provinsi Kepri dan UU Pembentukan Provinsi Bangka Belitung (Babel).

TANJUNGPINANG – ADAPUN Undang-Undang No.27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Babel, Pulau Tujuh (Pulau Pekajang) masuk wilayah Babel. Namun dalam Undang-Undang No.31 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Lingga, Pulau Tujuh dimasukkan sebagai wilayah Lingga. Sehingga dua provinsi kepulauan ini saling klaim atas kepemilikan pulau tersebut.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan, Pulau Pekajang tersebut masuk dalam wilayah administrasi Provinsi Kepri tepatnya di Kabupaten Lingga.

Memang, kata Nurdin, Pulau Pekajang berbatasan dengan Bangka Belitung. Tapi, sejak dulu Pulau Pekajang masuk wilayah Kepri.

”Kan sudah jelas di undang-undang. Kita minta mereka pelajari aturannya,” tegas Nurdin usai membuka gelaran Porprov ke-IV provinsi Kepri di Tanjungpinang, kemarin.

Baca Juga :  Geopark Natuna Bakal Terkendala Kewenangan Wilayah

Ke depan, Nurdin berjanji akan bertemu langsung dengan Gubernur Babel membahas sengketa pulau tersebut. Sehingga persoalan ini tidak muncul lagi. Sebab, persoalan ini sudah lama terjadi.

Sekda Kabupaten Lingga Juramadi Esram mengatakan, Pulau Pekajang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Senayang Lingga.

Secara administrasi, Pulau Pekajang dan gugusan pulau-pulau di sekitarnya masuk dalam UU pembentukan Kabupaten Lingga. ”Ini salah satu pulau terluar Kabupaten Lingga,” jelas Juramadi Esram, kemarin.

Namun, kata dia, masyarakat Lingga tidak mengenal apa itu Pulau Tujuh seperti klaim yang disampaikan Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan.

”Yang diklaim itu Pulau Pekajang. Kita tak tahu mana Pulau Tujuh di Lingga. Kalau gugusan pulau di Natuna-Anambas sampai Tambelan memang ada namanya Pulau Tujuh. Di Lingga kita tak kenal itu Pulau Tujuh,” bebernya.

Persoalan ini, kata dia, sebenarnya sudah lama. Gubernur Babel yang lama juga mengklaimnya. Sekarang dengan gubernur yang baru diklaim juga. Padahal, Pulau Pekajang sudah jelas masuk Lingga.

Baca Juga :  Kendaraan Mogok, Jangan Sungkan Minta Bantu Polisi

Sampai saat ini, tidak ada jejak Pemprov Babel di Pulau Pekajang. Sekolah yang ada di pulau tersebut guru dan gajinya dari Pemkab Lingga.

”Urusan KTP-KK, akta lahir, Pilkada ke kita. Bukan ke Babel. Makanya, Pulau Pekajang masuk wilayah kita. Bukti-buktinya sudah jelas,” bebernya seraya menambahkan adapun sekolah di Pulau Pekajang adalah, SDN 022 Lingga.

Saat ditanya persoalan ini bisa melebar jika Pemprov Babel memasukkan Pulau Pekajang dalam Ranperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K), Juramadi Esram mengatakan, pulau tersebut sudah dimasukkan di Ranperda RZWP3K Kepri.

Sebelumnya Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan menegaskan Pulau Tujuh (Paulau Pekajang) masuk wilayah Babel karena belum ada surat keputusan Menteri Dalam Negeri.

Baca Juga :  KemenkumHAM Ganjal Turis Masuk Tanjungpinang!

Hal ini disampaikan Gubernur Babel saat Paripurna HUT Babel belum lama ini. Ia menyatakan bahwa Pulau Tujuh masih milik Babel, tidak masuk wilayah Provinsi Kepri.

”Pulau Tujuh masih milik Babel, tidak masuk wilayah Provinsi Kepulauan Riau,” kata Erzaldi Rosman Djohan usai Rapat Paripurna memperingati Hari Jadi ke-18 Provinsi Kepulauan Babel di Pangkalpinang, Rabu (21/11).

Oleh karena itu, Pemprov Kepulauan Babel masih memasukkan Pulau Tujuh dalam penyusunan Perda Zonasi ke wilayah daerah ini.

Secara geografis, letak Pulau Tujuh lebih dekat ke Pulau Bangka dibandingkan ke Kabupaten Lingga. Dari Bangka, perjalanan ke Pulau Tujuh hanya dua jam, sementara dari Lingga delapan jam.(MARTUNAS-SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here