Lima Rumah Terbakar di Pemukiman Kota Tua Penagi

0
117
Proses pemadaman kobaran api yang melahap lima rumah dan Aula Kelenteng.

Natuna (TP) – Dua jam setengah sijago merah melalap ludes lima unit rumah warga dan Aula Kelenteng Penagi, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Rabu (4/9) pagi sekitar pukul 09.30-12.00 WIB.

Amsiah (54) salah satu korban yang rumahnya turut terbakar mengaku sedih. Ditafsir kerugiannya sekitar Rp60 juta.

Terdiri dari uang hasil usahanya sekitar Rp18 jutaan turut hangus terbakar.

“Kalau dihitung jumlah kerugian hampir Rp60 jutaan, apalagi baru mau direnovasi dan baru saja beli dua kasur. Semuanya hangus terbakar,” ungkapnya.

Ia menerangkan, awal mulanya api terlihat bersumber dari belakang rumah yang dijadikan gudang dan tidak berpenghuni.

“Ketika saya selesai masak nasi dan sayur untuk persiapan makan siang, terlihat ada api dari rumah kosong di belakang rumah, lalu saya bersama warga sekitar mencoba memadamkannya dengan air seadanya. Namun karena kobaran api yang cepat membesar saya tidak bisa berbuat banyak,” ucap Amsiah dengan nada lemah.

Diceritakannya, kondisi angin kencang dan panas trik membuat kobaran api begitu cepat merambat ke rumah sekitar termasuk rumahnya sendiri.

Ia mengaku tidak ada satupun benda berharga yang bisa diselamatkan.

“Kobaran api yang sangat cepat, membakar rumah yang rata-rata dari bahan kayu. Kami tidak bisa lagi menyelamatkan harta dan benda. Padahal saya bersama anak saya rencananya mau ke Tanjungpinang, tapi apa mau dikata seluruhnya sudah ludes terbakar,” ucap janda tersebut.

Total kerugian keseluruhan diperkirakan ratusan juta. Merupakan bangunan rumah rata-rata dijadikan gudang untuk menyimpan barang-barang seperti, peti mayat, kasur, semen dan lain sebagainya.

Pantauan di lapangan personil Pemerintah Daerah yaitu Damkar, TNI AU, AL, AD, Polri, Basarnas serta warga sekitar bekerja memadamkan api sampai pukul 12.00 WIB.

“Ada sejumlah mobil Damkar yang terlibat,  satu unit Damkar, dua unit TNI AU, dua unit dari TNI AL dan mobil water canon dari Polres diturunkan sebagai cadangan,” kata Kepala Dinas Damkar Kabupaten Natuna, Syawal di lokasi kejadian.

Ia menuturkan, belum bisa menaksir jumlah kerugian yang dialami warga akibat peristiwa itu. Ini masih dalam tahap pemadaman.

“Korban jiwa tidak ada, tapi banyak kerugian materil dan belum bisa memastikan berapa banyak kerugian materil tersebut,” tuturnya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here