Lima Taksi Online Diamankan

0
778
Sopir taksi: Sopir Taksi Online di Batam berkumpul di depan kantor Imigrasi.f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Puluhan sopir taksi online di Batam mendatangi Dinas Perhubungan Batam. Mereka memprotes penangkapan lima unit mobil rekannya yang dilakukan aparat kepolisian dan Dishub Batam. Mereka merasa dijebak dengan cara memesan taksi online, sebelum mengamankan dan membawa ke Polresta. ”Teman kami dijebak. Tadi di-order. Kawan yang datang. Katanya di-order orang Imigrasi. Waktu kawan datang, sudah ada orang Dishub dan polisi. Mobilnya ditangkap. Sekarang kami mau ke Dishub,” cetus seorang perempuan, sopir taksi online saat ditemui Tanjungpinang Pos, Selasa (1/8) di depan Kantor Imigrasi Batam, Batamcenter.

Terkait kejadian itu, Kepala Dinas Perhubungan Batam, Yusfa Hendri, membenarkan. Menurutnya, langkah itu diambil agar semua pihak taat aturan. Diakui yang diamankan ada lima unit mobil taksi online. Jebakan dilakukan, agar diketahui siapa yang menjalankan taksi online tanpa izin. ”Bagaimana kita mengetahui online beroperasi tanpa itu. Harus melakukan pemesanan dulu. Memang harus gitu,” katanya.

Baca Juga :  2018, DAK Parawisata Rp 2,4 M

Ditegaskan Yusfa, persoalan angkutan orang dan umum dalam sudah diatur permen. Angkutan berbasis aplikasi tidak bisa bertindak sebagai pengelola angkutan, tanpa izin usaha. ”Kalau mau angkut orang, harus bekerjasama dengan yang badan khusus. Kalau nggak, urus jadi angkutan khusus,” tegasnya.

Walau menjadi angkutan khusus, kendaraan seperti taksi online, harus beroperasi dengan badan usaha. Tidak bisa orang per orang berusaha atas angkutan khusus. Diingatkan, tidak ada larangan taksi online. Tapi, untuk mengoperasikan, harus ada persyaratan yang harus dipenuhi. Mengurus izin angkutan umum atau angkutan khusus. ”Harus KIR juga. Ketentuan berlaku seperti angkutan umum. Tapi, diberikan tanda kendaraan khusus, yang dikeluarkan kepolisian,” imbuh Yusfa.

Baca Juga :  Hemat, Telkomsel Hadirkan Internet Kuota Besar

Yusfa juga mengingatkan jika pada pertemuan terakhir dengan pihak taksi online sudah disepakati, taksi berbasis online belum bisa beroperasi. Untuk perizinan taksi online, dikeluarkan Pemerintah Provinsi Kepri. Namun, sampai saat ini, Pemerintah Kepri belum mengeluarkan izin angkutan khusus. ”Karena itu wewenang Gubernur, tapi belum ada yang dikeluarkan. Makanya kita tertibkan,” sambung mantan Kadis Parawisata Batam itu.

Ditegaskan, sambil menunggu keluar perizinan dari Pemprov, maka seharusnya tidak ada taksi online beroperasi. Dalam hal ini, Dishub dan kepolisian melakukan pengawasan dan penertiban. ”Kita akan lakukan pengawasan dan penertiban, sampai mereka mengurus izin. Kalau tak ada izin, tak bisa beroperasi,” tegas Yusfa. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here