Lion Bangun Rumah Karyawan

0
416
Peletakan batu pertama: Wawako Batam Amsakar Achmad saat peletakan batu pertama rumah karyawan Lion Air Kamis (12/10) di Nongsa Batam. f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Pihak markapai Lion Air bakal membagun usahanya di Batam secara besar-besaran. Bahkan, karyawannya juga dibagunkan perumahan.

Lokasi pembangunan rumah karyawan Lion Air Group itu di Nongsa, Batam. Rumah itu dibangun dengan tipe 30, 36 dan 45 dengan nama Lion Residenci. Harga rumah mulai Rp125 juta hingga Rp500 juta. Setiap karyawan hanya membayar uang muka 1 persen dari harga nilai rumah dengan bunga hanya 7 persen.

Peletakan batu pertama bangunan perumahan karyawan Lion Air Group itu dilakukan, Kamis (12/10). Hadir pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar. Menurut Dirut Lion Air Group Edward Sirait, pembangunan perumahan karyawan itu bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain di Batam.

”Supaya menjadi ini contoh bagi yang mempekerjakan warga Indonesia. Siapapun pengusahannya,” harapnya.

Langkah itu diakui menunjukkan Lion Air Group sudah berfikir jauh kedepan. Setelah pembangunan perumahan karyawan Lion di Batam, akan dilanjutkan pembangunan perumahan karyawan di Banten, Surabaya, Medan dan lainnya. Dimana, saat ini ada sebanyak 27 ribu karyawan Lion Air Group, yang terdaftar di BPJS, sehingga pembanguan dilakukan bekerjasama dengan BPJS dan BTN.

”Nanti juga disiapkan transportasi langsung dari perumahan ke hanggar Lion di Bandara Hang Nadim,” katanya.

Sementara ini, di Batam jumlah unit rumah yang dibangun baru sekitar 600 unit. Namun target kedepan, yang akan dibangun sebnayak 1ribu rumah di Batam. ”Sekarang kami memiliki karyawan yang bertugas di Hanggar Batam Aero Technic, hingga 1.020 karyawan, tapi sementara yang dibangun 400 sampai 600 unit,” ungkapnya

Dijelaskan, rumah-rumah itu dibangun diatas lahan seluas 88.329,57 m2. Khusus untuk rumah Rp150 juta hingga Rp 500 juta, akan dikenakan pembayaran berjenjang atau cicilan dengan rate bunga khusus hanya 7,75. ”Karyawan akan mendapatkan rumah sesuai keinginan. Sistem pembayaran kredit, langsung dipotong dari gaji setiap bulan,” beber Edward Sirait.

Sementara Dirut BTN, Maryono mengatakan, perumahan karyawan Lion Air Group itu, merupakan rumah subsidi dan non subsidi dengan DP 1 sampai 5 persen. Masa kredit selama 20 tahun. ”Semoga ini memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” bebernya.

Sementara, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad berharap, pembangunan rumah karyawan itu, berhadap dapat menekan pembangunan rumah liar (ruli). Dimana saat ini dikatakan ada sekitar 30ribuan ruli di Batam. ”Apa yang dilakukan Lion, menjadi terobosan baru dan berdampak pada ruli,” katanya.

Amsakar menilai langkah itu sebagai terobosan, karena selama ini perusahaan di Batam biasanya hanya mempekerjakan karyawan. Namun soal karyawannya tinggal dimana, perusahaan dinilai kurang peduli. Hal itu dinilai menjadi salah satu penyebab ruli tumbuh di Batam.

”Sebelumnya, pengusaha hanya membangun perusahaan dan karyawan tinggal dimana, tidak dipedulikan. Apa yang dilakukan Lion ini sangat baik dan bisa menjadi contoh. Perusahaan ke depan memikirkan tenaga kerjanya,” imbau Amsakar.

Sementara Dijen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Tenaga Kerja, Azwansyah mengatakan, pembangunan rumah pekerja, menjadi perlindungan dari perusahaan untuk karyawan. Dampaknya dinilai akan mendorong produktivitas karyawan.

”Kami mengapresiasi ini. Ini langkah mendukung pogram pemerintah, membangun 1 juta rumah murah,” imbuhnya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here