Lulus, Siswa Kantongi Sertifikat

0
564
KEPALA SMKN 1 Tanjungpinang Delisbeth (kiri) menunjukkan piala yang diraih siswanya di perhelatan O2SN tingkat Kota Tanjungpinang, belum lama ini.F-andri/tanjungpinang pos

SMKN 1 Tanjungpinang Bekali Siswanya Setelah Tamat

Siswa SMKN 1 Tanjungpinang lulusan Tahun Ajaran 2017/2018 mengantongi sertifikat standar internasional. Namun, belum semua siswa yang lulus mengantongi sertifikat pendamping ini karena anggaran pihak sekolah terbatas.

TANJUNGPINANG – KEPALA SMKN 1 Tanjungpinang Delisbeth mengatakan, tahun ini merupakan perdana siswa yang lulus dibekali sertifikat pendamping standar internasional.

Dijelaskannya, untuk mendapatkan sertifikat itu maka siswa harus ujian secara online. Dan penyelenggaranya adalah PT Satu Visi Indocreative atau B One Corporation.

”Kemarin, kalau tak salah Mei ujiannya. Karena Ujian Nasional sudah selesai waktu itu, tak banyak siswa yang mengikuti. Dan anggaran kami juga terbatas. Jadi hanya puluhan siswa yang ikut ujiannya,” ujar Delisbeth kepada Tanjungpinang Pos via ponselnya, Minggu (24/6) kemarin.

Dibeberkannya, anggaran untuk mengikuti ujian tersebut besar. Dan saat ujian kemarin, yang menanggung biayanya adalah pihak sekolah. Karena itulah, anggarannya terbatas dan tidak semua siswa yang lulus bisa mengikutinya.

Baca Juga :  Bonus Demografi, Siapkan Siswa

Adapun siswa yang ikut ujian tersebut adalah 16 orang dari jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan) dan 10 orang dari jurusan Multi Media (MM). Namun yang lulus 24 orang. Dari jurusan TKJ lulus 15 orang dan dari jurusan MM lulus 9 orang.

Di Kepri, baru sekolah ini yang pertama kerja sama dengan B One Corporation. Sehingga, sekolah inilah yang ditunjuk sebagai perpanjangan B One Corporation di Provinsi Kepri.

Delisbeth mengatakan, siswanya yang lulus tersebut bisa mengikuti ujian pengambilan sertifikat pendamping internasional tersebut karena sebelumnya guru-guru di jurusan itu sudah lulus test dan sudah mengantongi sertifikat sebagai penguji. ”Kalau gurunya belum mengantongo sertifikat itu, maka siswanya belum bisa mengikuti test tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  Pendidikan di Pulau Tak Boleh Ketinggalan

Pada Februari lalu, guru dari jurusan TKJ dan MM sudah mengikuti Training of Trainer (ToT) di sekolah dan lulus. Sedangkan guru dari jurusan Akuntansi juga ikut dan lulus, namun belum mengantongi sertifikat trainer.

”Makanya siswa lulusan Akuntansi belum bisa mengikuti test tersebut karena belum ada gurunya yang bersertifikat trainer. Tahun depan akan kita upgrade terus guru-guru jurusan lain agar memiliki sertifikat. Sehingga kita harapkan siswa semua jurusan bisa mengikuti test untuk mendapatkan sertifikat pendamping itu ke depan,” harapnya.

Ia menambahkan, tahun ini ada 491 orang siswanya Kelas III dari 7 Bidang Keahlian (jurusan) yang lulus. ”Alhadulillah, siswa kita lulus 100 persen tahun ini. Mudah-mudahan begitu tahun-tahun berikutnya,” doanya.

Saat ditanya berapa siswa baru yang akan diterima saat Penerimaan Peserta Didik Baru yang akan diterima pada Tahun Ajaran 2018/2019 ini? Delisbeth mengatakan, pihaknya mengajukan sebanyak 491 orang sesuai dengan jumlah siswa yang lulus kemarin. Hanya saja, untuk PPDB tahun ini, penyelenggaranya adalah Dinas Pendidikan Pemprov Kepri. Informasinya, sekolah ini akan menerima 500-an siswa lebih.

Baca Juga :  Raja Ariza Motivasi Siswa SMP saat Ujian Nasional

Adapun siswa yang lulus kemarin adalah 15 rombongan belajar (rombel). Untuk saat ini, jumlah rombel di sekolah itu 46 sudah termasuk kelas III yang baru lulus kemarin. Sehingga diharapkan, siswa yang diterima saat penerimaan siswa baru nanti sekitar 15 rombel juga mengingat keterbatasan ruangan belajar dan guru. Tergantung Disdik Kepri.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here