Mahasiswa KKN Stisipol Sosialisasi Ketahanan Pangan di MTs At-Taufik

0
161
MAHASISWA KKN Stisipol Raja Haji Tanjungpinang saat sosialisasi ketahanan pangan di MTs At-Taufik, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Selasa (28/7). f-istimewa

KARIMUN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PM) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang melaksanakan kegiatan sosialisasi di sekolah MTs At-Taufik, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Selasa (28/7) pukul 08.00 WIB dengan mengangkat tema ‘Peran Pelajar Mewujudkan Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19’.

Sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 30 siswa yang terdiri dari Kelas 7, Kelas 8 dan Kelas 9. Dengan sosialisasi ini, mahasiswa menyampaikan pemahaman terkait bagaimana peran pelajar pada ketahanan pangan.

Kondisi di tengah pandemi Covid-19 tak memutuskan untuk memberikan asupan wawasan untuk generasi muda atau pelajar.

Baca Juga :  49 Peserta Didik PKBM Arung Hijau Lulus Paket C

Kepala MTs At-Taufik Karimun pun menyambut baik kedatangan kelompok mahasiswa KKN-PM Stisipol Raja Haji Tanjungpinang tersebut.

”Terimakasih sudah sudi hadir, sekaligus memberikan wejangan tentang peran pelajar terhadap ketahanan pangan di tengah pandemi ini. Mereka masih sangat muda dan dengan adanya sosialisasi ini mereka mendapatkan pembelajaran pada hari ini,” ujar Hamdan.

Sandi selaku ketua kelompok KKNmengatakan, sosialisasi ini merupakan program mereka yang alhamdulillah terealisasi dan juga dapat memberikan wawasan terkait ketahanan pangan terutama peran pelajar yang sangat besar terhadap ketahanan pangan bangsa.

Baca Juga :  Siswa Lingga Lirik SBTI Tempat Kuliah

”Tidak sekali ini saja sosialisasi ini dibuat bisa kapan pun dan semoga sosialisasi seperti ini terus terlaksana, terutama untuk generasi emas kita terhadap ketahanan pangan bangsa,” katanya.

Pengertian ketahanan pangan, tidak lepas dari UU No. 18/2012 tentang Pangan. Disebutkan dalam UU tersebut bahwa Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Mahasiswa Belajar Budidaya Ikan ke Petani

UU Pangan bukan hanya berbicara tentang ketahanan pangan, namun juga memperjelas dan memperkuat pencapaian ketahanan pangan dengan mewujudkan kedaulatan pangan (food soveregnity) dengan kemandirian pangan (food resilience) serta keamanan pangan (food safety).

Kedaulatan pangan adalah hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan pangan yang menjamin hak atas pangan bagi rakyatnya. (abh/net)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here