Mahasiswa KKN UMRAH Ikut Panen Padi di Lingga

0
111
MAHASISWA KKN UMRAh foto bersama dengan Bupati Lingga Alias Wello sebelum panen padi di Desa Lanjut, Lingga. f-istimewa/humas umrah tanjungpinang

LINGGA – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang Angkatan X kelompok penempatan Desa Lanjut, Singkep Kabupaten Lingga berkesempatan ikut memanen padi bersama Bupati Lingga Alias Wello, Rabu (7/8).

Panen padi tersebut merupakan panen kali kedua di Desa Lanjut, Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga.

Nurpika Devi salah seorang peserta KKN yang mengikuti kegiatan panen tersebut mengatakan, panen padi di Desa Lanjut itu diinisiasi oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Provinsi Kepri dan Dinas Pertanian Kabupaten Lingga.

Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar. Berdasarkan hasil panen padi bersama tersebut, sekitar 200 Kg (perhitungan kasar) yang dihasilkan.

”Hal tersebut dikarenakan masih banyak langkah-langkah yang harus dilakukan dalam proses pengelolaannya, hingga padi siap untuk didistribusikan,” tulis Nurpika dalam pesan WhatsAppnya.

Panen ini merupakan hasil dari program Bupati Lingga Alias Wello. Kegiatan ini menunjukkan bahwa program pertanian tersebut berhasil dilaksanakan berpotensi menambah pemasukan ekonomi rumah tangga masyarakat setempat.

Selain mahasiswa KKN UMRAH, hadir bersama Bupati Lingga dalam panen padi tersebut Asisten II Pemkab Lingga, Kepala Dinas Pertanian Kab. Lingga, Kepala Desa Lanjut Abu Samah, Babinsa Desa Lanjut Hermansyah Panggabean, Personel Satpol PP Lingga, beberapa guru SD dan muridnya, serta masyarakat setempat.

Tampak antusiasme anak-anak yang untuk pertama kalinya melihat dan memegang batang tanaman padi tersebut. Pengalaman tersebut dimanfaatkan Bupati Lingga untuk memperkenalkan apa yang selama ini hanya dilihat anak-anak tersebut dalam bentuk beras.

”Anak SD suka memegang padi. Jadi kesempatan ini sekaligus bisa kita gunakan sebagai pendidikan dini untuk memperkenalkan padi kepada mereka, untuk mengenal apa yang dimakannya, sehingga mereka bisa tau dan menghargai apa yang mereka makan,” ungkap Bupati Lingga.

Sebagai informasi, padi yang ditanam pada sawah tersebut merupakan padi dari varietas Inpago 8 (Inbrid Padi Gogo).

Berbeda dengan padi irigasi yang memerlukan genangan air untuk bisa tumbuh, padi Gogo mampu hidup di dataran tinggi dan kering.

Namun secara morfologi, tidak ada perbedaan antara tanaman padi irigasi dengan tanaman padi Gogo, yang membedakannya hanyalah tempat tumbuhnya, sehingga padi ini cocok dengan karakteristik tanah di Desa Lanjut. (abh/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here