Mahasiswa STAI MU Nimba Ilmu di Dapur Redaksi Tanjungpinang Pos

0
673
Mahasiswa saat foto bersama di ruang rapat Utama Harian Tanjungpinang Pos, Rabu (18/10/2018)

TANJUNGPINANG – Mahasiswa semester 5 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI) menggali ilmu jurnalistik di Harian Tanjungpinang Pos, Rabu (17/10) sore. Menurut Ketua Jurusan Tadris Bahasa Inggris STAI MU, Taufik Afdal, S.Pd, SS, M.Hum, kedatangan mahasiswa ke Tanjungpinang Pos untuk mengetahui proses pembuatan berita hingga naik cetak.

“Kebetulan mahasiswa ini ada mata kuliah English for Jurnalism. Selama ini yang mereka pelajari adalah teori membuat berita di kampus. Akan lebih komplit pengetahuan mereka jika mengetahui proses berita yang laik dan punya nilai jual sampai proses editing,” kata Taufik yang juga sebagai dosen mata kuliah English for Jurnalism. Rombangan mahasiswa dan dosen STAI MU disambut oleh Wakil Pimpinan Redaksi Tanjungpinang Pos, Zakmi dan Koordinator Liputan Suhardi.

Banyak hal yang ingin diketahui para mahasiswa. Selain ingin mengetahui proses mencari dan mengumpulkan data oleh wartawan juga termasuk teknik menulisnya.
“Kalau diperkenankan, kami ingin magang untuk menggali ilmu lebih dalam tentang jurnalistik,” sebut Hadi, seorang mahasiswa.

Keingintahuan mahasiswa lain juga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang harus dijelaskan pihak redaksi Tanjungpinang Pos. “Bagaimana cara mencari berita yang menarik dan apa saja kreteria hingga berita itu dianggap memiliki nilai informasi yang bagus,” tanya Dwi yang tak henti-hentinya bertanya saat berada di ruang rapat Utama Tanjungpinang Pos.

Baca Juga :  Ini Tim Polwan Peserta Gerak Jalan Proklamasi yang Viral Tadi

Keingintahuan Anda ini bisa menjadi salah satu penilaian penting bagi media jika Anda melamar menjadi wartawan di salah satu perusahaan pers. “Wartawan tidak boleh sok tahu, dia harus banyak bertanya untuk mengetahui apa yang mesti ia jelaskan kepada pembaca beritanya. Masalah bisa tidaknya menulis, itu bukan yang utama. Pandai tidaknya menulis itu sangat bergantung dengan proses belajar dan keseriusan calon wartawan itu sendiri. Setiap perusahaan pers yang besar, mereka punya standarisasi atau acuan berita itu tergolong menarik atau tidak,” sebut Zakmi.

Selain menanyakan tentang pembuatan berita, salah seorang mahasiswa juga menanyakan tentang kompetensi wartawan dan sertifikasi media massa. Menurut Zakmi, sesuai dengan peraturan Dewan Pers tentang kompetensi wartawan, Hampir semua wartawan Tanjungpinang Pos sudah lulus uji kompetensi. Ada lima diantaranya sudah memegang sertifikasi utama dan empat orang sudah memiliki kompetensi sebagai wartawan Madya serta 8 orang mengantongi kompetensi wartawan muda.

Baca Juga :  Galang Batang Sah jadi KEK

“Ada satu lagi yang belum mengikuti uji kompetensi karena masa kerjanya sebagai wartawan belum sampai dua tahun,” beber Zakmi.

Selain itu, terang Zakmi, harian Tanjungpinang Pos sudah lulus verifikasi adminsitrasi dan faktual oleh Dewan Pers. “Memang tidak banyak media yang lulus verifikasi adminsitrasi dan faktual oleh Dewan Pers. Tapi alhamdulillah, Tanjungpinang Pos sudah mengantongi sertifikat itu,” ujarnya.

Hal serupa dibeberkan Suhardi selaku Koordinator Liputan Tanjungpinang Pos yang menjawab keingin tahuan Arvin tentang cara wartawan mendapatkan ide berita. Kata Suhardi, setiap pagi, reporter Tanjungpinang Pos wajib mengikuti rapat proyeksi serta melaporkan berita apa saja yang diperoleh reporter di lapangan.

“Tujuannya, agar waratwan punya perencanaan dalam peliputan serta data berita yang diperoleh merupakan data yang bagus karena merupakan ide-ide dari senior yang memantau wartawan dari kejauhan lewat teknologi yang dimiliki masing-masing. Komunikasi dan koordinasi antar kru itu sangat penting dalam menghasilkan berita yang kuat,” sebut Suhardi.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi Warga Kepri dan Riau

Menurut, yang menjawab pertanyaan mahasiswa lain, Sarah, setiap wartawan diwajibkan menulis minimal 4 berita dalam sehari. Meski kewajiban minimal hanya empat berita, namun banyak wartawan yang menulis 7 sampai 10 berita per hari. “Semakin banyak berita yang ditulis, akan semakin cepat melatih wartawan itu untuk bisa menulis berita dengan cepat. Gaji wartawan di Tanjungpinang Pos tidak dihitung berdasarkan berita. Sudah ada ketentuan gajinya dan akan naik berkala setiap tahunnya. Yang jelas gajinya jauh di atas UMK. Dan setiap informasi yang didapat harus diverifikasi olewh wartawannya dan dipantau atyasanya serta wajib konfirmasi ke lembaga atau pejabat yang berhubungan dengan informasi itu,” sebutnya.

Di ruang Redaksi Tanjungpinang Pos, mahasiswa juga langsung interaksi dengan para redaktur dan redaktur pelaksana media yang beralamat di Komplek Bintancenter Mall ini.(dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here