Mahasiswa STIE Burkunjung ke Disbudpar

0
548
Plt Kadisbudpar Tanjungpinang, Raja Kholidin memberikan pemaparan kepada mahasiswa STIE Tanjungpinang yang kini mempelajari manajemen pariwisata di semester lima.F-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – Ingin mengetahui perkembangan pariwisata di Tanjungpinang, mahasiswa STIE Tanjungpinang berkunjung ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)Tanjungpinang.

Rombongan terdiri dari 78 mahsiswa itu dipimpin, Ridarman Bay selaku dosen yang mengajari manajemen pariwisata.

Kedatangan mereka disambut Pelaksana Tugas (Plt) Kadisbudpar Tanjungpinang, Raja Kholidin di ruang pertemuan kantor tersebut, Jumat (23/11) pagi.

Ridarman Bay menuturkan, hasil pertemuan itu, mahasiswa banyak menerima informasi terkait agenda pariwisata tahunan yang dilaksanakan Pemko Tanjungpinang. Serta kegiatan lain yang mendukung perkembangan pariwisata di Tanjungpinang.

Ia menuturkan, dari sisi pariwisata, Tanjungpinang masuk urutan ke tiga di Kepri setelah Batam dan Bintan. Untuk Batam, ada beberapa objek wisata yang terus dikembangkan. Begitu juga dengan Bintan yang diwarisi pantai atau alam yang indah.

Baca Juga :  45 Ribu Pencaker Urus Kartu Kuning

Mengejar dua daerah itu, maka Pemko Tanjungpinang disarankan terus berinovasi. Memanfaatkan keunggulan yang ada dan terus memperbaiki sarana yang menunjang pariwisata itu.

Dituturkannya, pariwisata yang dikembangkan di Tanjungpinang masih syariah dan religi. Perbedaannya, syariah dikembangkan khusus di Pulau Penyengat dan regiligi artinya melibatkan bangunan semua agama menjadi objek wisata.

Seperti yang disampaikan, Raja Kholidin dalam pemaparan, kini, diadakan Pasar Warisan Pulau Penyengat yang terletak di Pulau Penyengat, setiap hari Minggu.

Menurutnya, masih banyak mahasiswa yang tak mengetahui kegiatan ini, begitu juga dengan pendatang. Perlu promosi yang gencar serta perbaikan sarana transportasi.

Baca Juga :  Pulau Putri Produksi 48 Kantong Sampah

“Selain promosi, perlu pembenahan trasnportasi pompong, meskipun tak asing bagi masyarakat seperti kita di kepulauan namun belum tentu bagi pendatang. Maka perlu dibuatkan yang memadai,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, saat berbincang.

Dituturkannya, bila para penambang pompong belum mampu membuatkan yang besar, maka perlu peran serta pemerintah membantu atau mensubsidi.

Ia pun berpesan kepada mahasiswa mampu mengambil peluang perkembangan pariwisata sebagai penguatan ekonomi. Ke depan menurutnya, perlu ada mata kuliah pengembangan pariwisata.

“Jadi melalaui mata kuliah pengembang pariwisata, mahasiswa belajar membaca pangsa pasar sesuai tren atau kebutuhan di masa itu,” ucaonya.

Baca Juga :  Polda Kepri Ajak Warga Nonton ”Hanya Manusia”

Misalnya mengembangkan pariwisata halal. Perlu juga kawasan wisata khusus bagi kaum muda, manula dan lain-lain di Tanjungpinang.

Rencananya mahasiswa yang kini duduk di semester lima tersebut akan berlajar manajemen pariwisata melalui seminar yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri.(dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here