Masing-masing Sekolah Cetak Soal USBN

0
1022
SISWA SMAN 1 Tanjungpinang saat simulasi ujian pakai komputer di sekolah itu.F-martunas/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Masing-masing pihak sekolah diberi kesempatan untuk mencetak atau menggandakan soal-soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang akan mulai digelar pekan depan. Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Drs Atmadinata M.PD mengatakan, soal-soal sudah selesai disusun masing-masing Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk mata pelajaran yang diujikan. Saat ini, pihak sekolah pun sudah menyiapkan soal itu.

”Minggu depan sudah mulai ujian, dan soal sudah dicetak serta disimpan di sekolah. Yang mencetaknya pihak sekolah. Meski ujian sekolah standar nasional, bukan berarti pusat yang menyediakan soalnya. Beda dengan Ujian Nasional (UN) yang soalnya disiapkan pusat. Kalau USBN, sekolah yang menyiapkan soal. Sudah dimasukkan dalam amplop,” ujar Atmadinata kepada Tanjungpinang Pos via ponselnya, Selasa (13/3) kemarin.

Baca Juga :  Jangan Tergesa-gesa saat Mengerjakan Soal UN

Dijelaskannya, soal-soal itu disusun oleh guru mata pelajaran. Namun ada soal dari pusat yang porsinya 20-25 persen dan sisanya 75-80 persen dibuat oleh daerah. Tahun ini, ada soal esai untuk USBN.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Tanjungpinang, Encik Abdul Hajar yang juga kepala SMAN 2 Tanjungpinang mengatakan, jumlah soal tidak sama untuk mata pelajaran yang di-USBN-kan.

”Untuk mata pelajaran eksakta, soalnya 40 dan ada lima esai. Sedangkan untuk mata pelajaran non eksakta, jumlah soalnya 50 dan ada juga esainya. Untuk Tanjungpinang, pencetakan soal ujian dipercayakan kepada MKKS,” jelasnya.

Baca Juga :  Sekolah Harus Perbanyak Event

Di Tanjungpinang, ada 13 SMA/MA baik negeri dan swasta yang mengelar USBN pekan depan. Masing-masing sekolah sudah mempersiapkan siswanya menghadapi ujian penentu kelulusan itu. Encik mengatakan, rata-rata pihak sekolah melakukan pemantapan bagi siswa-siswinya menjelang USBN. Kisi-kisi soal dibahas bersama sehingga sudah tahu gambaran soal USBN nanti.

Atmadinata mengatakan, USBN merupakan penentu bagi kelulusan siswa. Namun, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kepri tidak campur tangan dalam kelulusan siswa. Semua wewenang itu diserahkan ke pihak sekolah.

Poin nilai yang ditetapkan masing-masing sekolah juga tidak sama. Hal ini disepakati antara kepala sekolah dan guru-guru. Mereka menetapkan nilai minimal kelulusan disesuaikan dengan kemampuan siswanya.

Baca Juga :  Guru SD-SMP Dilatih Kelola Dana BOS

Terlebih sekolah yang ada di pinggiran, nilai kelulusannya tak mungkin sama dengan sekolah yang ada di perkotaan. ”Tentu dilihat juga kelakuan anak itu selama ini. Minimal nilainya baik lagi,” katanya lagi. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here