Masyarakat Meral Barat Minta Bangun SMA

0
498

KARIMUN – Penerimaan siswa baru kini menerapkan sistem zonasi. Ini sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) No 17 Tahun 2017 tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru (PDB) tahun ajaran 2017/2018. Pola ini menjadi topik yang hangat dibicarakan masyarakat Karimun. Akibatnya, sejumlah masyarakat merasa kelimpungan dengan aturan zonasi uang minim sosialisasi ini.

”Bingung, di Kecamatan Meral Barat tidak ada SMA. Sementara, ketika kami mendaftar ke SMA Negeri 1 Karimun, SMA Negeri 2 Karimun ditolak karena zonasi,” ujar Alex, warga Pasir Panjang, Meral Barat, kemarin. Malah ia disarankan mendaftar ke SMA Negeri 3 Meral di Parit Benut, Meral. Padahal, ia masih bingung karena sang anak tidak ingin bersekolah di sana.

”Kami mendapat informasi, SMA menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Kepri. Diharapkan tahun ini atau tahun depan, ada bangunan SMA Negeri di Kecamatan Meral Barat agar dekat dengan rumah,” harapnya. Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim menegaskan semua siswa baru mulai SD sampai SMA sederajat dapat melanjutkan pendidikan sesuai dengan jenjangnya. Jika tidak tertampung di sekolah negeri, bisa melanjutkan ke swasta atau MTs hingga Madrasah Aliyah.

”Sedangkan biaya masuk sekolah memang, tidak ada,”tegas dia. Sementara untuk biaya pakaian, sambungnya ditetapkan setelah rapat komite sekolah dengan pihak wali murid. Jika tidak ditemukan kata sepakat, maka akan membeli seragam sendiri-sendiri.(ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here