Meja Hijau Tetap Bikin Gugup

0
1660
FOTO BERSAMA: Raja Dinda Amellia foto bersama kedua orangtuanya usai diwisuda, pekan lalu.F-istimewa

Kisah Lulusan Terbaik Stisipol Raja Haji

TANJUNGPINANG – Meja hijau untuk mempertanggungjawabkan skripsi yang disusun mahasiswa masih tetap momen-momen paling mendebarkan bagi mahasiswa yang ingin menyandang sarjana.

Sekalipun pintar dan sudah yakin dengan skripsi yang disusun, namun situasi itu tetap menegangkan. Apalagi jika persiapan kurang, suasana hati kian menegangkan.

Raja Dinda Amellia, salah satu lulusan terbaik wisudawati mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang pun mengisahkan dirinya saat meja hijau.

Dengan mengangkat persoalan minimnya realisasi penerimaan pajak di Kecamatan Bintan Utara, Raja Dinda Amellia merasakan gugup selama 2 jam di hadapan dosen pengujinya kala itu.

Dara cantik yang menjadi lulusan terbaik kampus Stisipol Raja Haji ini mengisahkan, ketika skripsinya diuji dirinya berusaha sebaik mungkin menutupi rasa gugupnya meski akhirnya dapat nilai A.

Baca Juga :  Mahasiswa Gelar Aksi Peduli untuk Lingga

Dengan rentang waktu 2 jam, selama 15 menit ia memaparkan materi skripsi yang ia susun. Skripsi tersebut berjudul ‘Implementasi Kebijakan Pemungutan Pajak Restoran oleh Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah’.

Sedangkan, pajak yang dibahas tersebut di wilayah Kecamatan Bintan Utara.

”Skripsi saya waktu benar-benar saya persiapkan dengan matang. Terlebih dari judul yang saya angkat tentunya harus dilengkapi data ril seputar potensi pajak dan realisasinya,” terang Dinda, mahasiswi yang menempuh kuliah di Prodi Ilmu Administrasi Publik Stisipol Raja Haji itu, Senin (18/12).

Ia menambahkan, selama kurang lebih 1,5 jam ia pun menghadapi berbagai pertanyaan penguji yang dipimpin Diah Siti Utari SE MSi.

Baca Juga :  Mahasiswa STIE Pembangunan Praktik Mendirikan Wirausaha

Putri pasangan Raja Lukman dan Farsida Subagyo ini, mengatakan, selama kurun waktu itu merasa canggung dan gugup. Sebab, seluruh dosen penguji materi skripsinya waktu amat ketat dan berlangsung alot.

”Namanya juga manusia biasa, dan pasti memiliki kekurangan. Rasa gugup serta canggung sudah pasti. Sebab, ujian skripsi merupakan pertarungan terakhir. Tentunya saya juga mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari sebelum diuji,” sebut anak kedua dari dua bersaudara ini.

Namun, ia juga tidak menyangka setelah uji materi skripsinya memperoleh nilai A. ”Saya merasa senang dan bangga. Alhamdulillah. Hasil ujian skripsinya dapat nilai.

Masih kata Dinda, pada materi skripsinya ia membahas bahwa setiap tahunnya wajib pajak terus bertambah.

Baca Juga :  Mahasiswa Teknik Informatika Belajar ke Infinite Studio

Namun sebaliknya, mengapa realisasi penerimaan pajak terus menurun sedangkan potensi pajak seperti restoran, kafe serta kedai kopi terus meningkat dalam 3 tahun terakhir.

Mengapa menurun, ia menerangkan, bahwa selama ini yang mewajibkan usaha restoran, kedai kopi dan sebagainya dikenai pajak 10 persen belum dipahami oleh sebagian wajib pajak.

”Karena yang kita tahu saat ini, mereka merasa masih sangat berat untuk memenuhi kewajiban pajak 10 persen tersebut. Sebab, jika besarannya 10 persen tersebut disamakan dengan usaha restoran yang besar dianggap berat sebelah,” jelas peraih tiga kategori lulusan terbaik Stisipol Raja Haji ini. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here